• Depan
  • › Kategori: Berita
  • › Begini Kronologis Dugaan Konflik Harimau Di Bahorok

Begini Kronologis Dugaan Konflik Harimau di Bahorok

Bangkai kambing temuanPada Rabu(23/1), petugas Balai Besar TNGL wilayah Resort Bohorok mendapat informasi dari masyarakat Dusun Tegapen, Desa Batu Jongjong bahwa telah terjadi konflik satwa harimau di luar batas kawasan Blok Hutan Sei Sekelam wilayah kerja Resort Bohorok.

Esoknya Kamis (24/1), petugas bersama tim WRU-WCS berangkat untuk memverifikasi informasi tersebut dan melakukan pengecekan ke TKP. Iman, warga setempat membenarkan bahwa 3 (tiga) ekor ternak kambingnya telah dimangsa harimau pada Kamis (17/1) di kebun karet miliknya.

Hasil pengecekan di TKP, ada dua tempat ditemukannya bagian-bagian tulang kambing yang tertinggal sementara satu ekor lainnya menurut pengakuan yang bersangkutan diseret ke dalam hutan kawasan TNGL.

Sebagai antisipasi telah diperintahkan petugas resort yang dilengkapi senjata api untuk mengamankan TKP dan menjaga agar masyarakat tidak beraktivitas di seputaran TKP.

Sabtu (26/1), petugas kembali mendapat laporan konflik harimau dengan anjing piaraan di Blok Hutan Sei Berkail Resort Bukit Lawang.

bangkai kambing diduga dimangsa harimauMinggu (27/1) pagi, petugas melakukan pengecekan ke TKP dan bertemu langsung dengan pemilik anjing. Iyan mendapati tiga ekor anjingnya sudah tewas di seputaran gubuk lapangan pada Senin (21/1) sekitar jam 08.30 wib. Sebagian dari tubuh anjing tersebut telah hilang dan sebagian masih ada di TKP. Menurut Iyan, anjingnya telah dimangsa oleh harimau karena saat kembali pukul 16.00 WIB ia mendapati sebagian tubuh anjing yang awalnya masih ada di TKP, telah hilang (habis).

Pada lokasi ini, petugas tidak dapat memastikan atau membenarkan bahwa kejadian tersebut merupakan konflik harimau dengan anjing karena tidak dijumpai tanda-tanda sang ‘nenek’ di sekitar TKP baik itu jejak, cakaran, bulu atau pun kotoran.

[teks&foto ©bbtngl| 27012019]

Berita lainnya