• Depan
  • › Kategori: Berita
  • › Cinta Raja Cinta Prima : Release Orangutan Sumatera

Cinta Raja Cinta Prima : Release Orangutan Sumatera

IMG-20190413-WA0022-01(Sei Serdang, April 2019) Tim Gabungan Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara dan Tim Human Orangutan Conflict Response Unit (HOCRU) YOSL-OIC telah melakukan evakuasi dan relokasi terhadap 1 (satu) individu Orangutan Sumatera jantan pada Jumat (12/4).

IMG-20190413-WA0036-01Orangutan yang diberi nama *PRIMA* ini dievakuasi sekitar jam sepuluh pagi dari lahan perkebunan kelapa sawit milik PT. Prima yang berada di Desa Sei Serdang, Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat.

Evakuasi dilakukan berdasarkan informasi masyarakat yang tinggal di lingkungan kebun PT. Prima tentang adanya sekelompok orangutan yang terisolir pada lahan kebun milik PT Prima yang masih berhutan yang tidak ditanami karena kondisi lahannya terjal.

IMG-20190413-WA0030-01Tim melakukan pemantauan terhadap keberadaan sekelompok orangutan yang terisolir tersebut dan mendapati ada 3 (tiga) individu orangutan yang terdiri dari 1 individu jantan, 1 individu betina dan 1 individu anakan. Kelompok individu ini keluar dan terisolir dari habitatnya diperkirakan karena kurangnya ketersediaan pakan dan lingkungan yang sudah masuk areal perkebunan.

Setelah melakukan briefing dan persiapan, tim memutuskan untuk mengevakuasi pejantan terlebih dahulu dengan pertimbangan orangutan betina dan anakan tidak akan lari. Hal ini mengingat kendala teknis berupa ketersediaan kandang evakuasi yang hanya 1 unit.

Sesuai SOP rescue dilakukan pembiusan dan pemeriksaan terhadap kondisi pejantan. Hasilnya salah satu spesies kunci TNGL ini dalam kondisi baik dengan berat badan sekitar 30 kg dan perkiraan umur ± 15 tahun.

IMG-20190413-WA0039-019Tim melakukan relokasi/release pada sore harinya di lokasi Restorasi Cinta Raja III, Resor Cinta Raja, SPTN Wilayah VI Besitang, BPTN Wilayah III Stabat. Lokasi ini dipilih dengan pertimbangan lokasi terdekat, mudah diakses dan berdasarkan hasil survey populasi yang dilakukan oleh BBTNGL bersama YOSL-OIC pada tahun 2017 lokasi ini masih memungkinkan untuk dijadikan lokasi relokasi dengan ketersediaan pohon pakan yang cukup banyak dan _animal welfare_.

Selanjutnya tim masih berusaha untuk melakukan evakuasi terhadap orangutan betina dan anaknya yang masih tertinggal di lokasi perkebunan PT. Prima.

Akan dilakukan monitoring pasca relokasi terhadap Prima, untuk melihat kondisinya di lokasi yang baru sebagai upaya mitigasi.

[Teks&foto ©bbtngl |13042019|]

Berita lainnya