• Depan
  • › Kategori: Artikel
  • › Diskusi Pengelolaan Satwa Kunci Tngl

Diskusi Pengelolaan Satwa Kunci TNGL

IMG_8409

Suasana diruang rapat Balai Besar TNGL

Medan (15-16 Desember 2014). Bertempat di ruang rapat kantor Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser, digelar Diskusi Pengelolaan Satwa Kunci TNGL. Kepala Bagian Tata Usaha, Etti Nurwanti membuka acara yang berlangsung selama 2 hari ini. Hari pertama, membahas pengelolaan Badak Sumatera dan Harimau Sumatera. Hari kedua, pengelolaan Gajah Sumatera dan Orangutan Sumatera.

“Pembahasan pengelolaan konservasi spesies kunci di TNGL ini selain sebagai sharing dan collecting data spesies kunci, juga untuk menentukan site monitoring spesies yang mendukung Indikator Kinerja Kegiatan Ditjen PHKA selama 5 tahun ke depan”, jelas Adhi Nurul Hadi, Kasie Perlindungan Pengawetan dan Perpetaan BBTNGL.

Acara dihadiri oleh pejabat struktural lingkup Balai Besar TNGL, koordinator fungsional serta mitra LSM/ NGO (OIC, WCS, YLI, Vesswic, YEL, FKL, CRU Tangkahan, Forina dan Harimau Kita).  “Saya sangat appreciate untuk meeting-meeting seperti ini,” ujar Wulan (WCS) dan Kholis (HarimauKita).

Diskusi dihangatkan dengan berbagai pendapat dan masukan dari peserta. Hasilnya, lokasi site monitoring dan baseline data spesies kunci pada setiap site monitoring dapat ditentukan.

  1. Lokasi Site Monitoring Badak Sumatera : Lembah Mamas, Kabupaten Aceh Tenggara dengan luas 23.910 ha.
  2. Lokasi Site Monitoring Harimau Sumatera : Pegunungan Bendahara dengan luas 68.880 ha.
  3. Lokasi Site Monitoring Orangutan : Suaq Belimbing dengan luas 1.160 ha.
  4. Lokasi Site Monitoring Gajah Sumatera : Sikundur dan Sei Lepan, Kabupaten Langkat dengan luas 9.542 ha.

[teks & foto © TNGL | 23122014 | ItaTeanese]

Artikel lainnya