• Depan
  • › Kategori: Berita
  • › Dukung Perlindungan Penyu, Komunitas Bhayangkara Motor Adventure Aceh...

Dukung Perlindungan Penyu, Komunitas Bhayangkara Motor Adventure Aceh Selatan Tanam Pohon dan Lepas Tukik

Komunitas BMA lepas tukik(Aceh Selatan,  April 2018) Komunitas Bhayangkara Motor Adventure (BMA) Aceh Selatan yang diketuai KAPOLRES Aceh Selatan, AKBP Dedi Sadsosno, ST melakukan kegiatan yang berbeda dari sebelumnya. Kali ini kegiatan dikemas dalam nuansa konservasi yaitu menanam pohon dan melepas tukik (anak penyu) di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser di Rantau Sialang (31/3).

Komunitas BMA touringKomunitas BMA menggunakan sepeda motor trail dalam melakukan aktivitas tournya. Jalur yang ditempuh  memiliki medan menantang dan menggugah adrenalin. Sebelum menuju ke Suaq Belimbing, Komunitas BMA menggelar baksos di dusun Suka Harapan. Dusun ini menjadi akses darat menuju kawasan Stasiun Penelitian Suaq Belimbing yang dikelola TNGL bersama Mitra SOCP-YEL. Sesekali anggota komunitas BMA terjatuh karena medan yang berlumpur. Medan pegunungan berbukit yang menantang dan menegangkan menjadi daya tarik tersendiri ketika anggota komunitas BMA melalui jalur ini.

Setibanya di Suaq Belimbing, Komunitas BMA berjumpa dengan beberapa peneliti asing diantaranya berasal dari Amerika dan Swiss. Setelah istirahat sekitar 1 jam di Suaq Belimbing, Komunitas BMA melanjutkan tournya menuju desa Pasie Lembang untuk kembali melakukan Baksos.  “Kegiatan Baksos ini dilakukan dalam rangka menjalin silaturahmi antara Komunitas BMA dengan masyarakat Aceh Selatan”, ujar Dedi.

Komunitas BMA tanam pohonSetelah melakukan Baksos di desa Pasie Lembang, Komunitas BMA melanjutkan tournya menuju Stasiun Pembinaan dan Pelestarian Populasi Penyu Rantau Sialang yang berada di dalam kawasan TNGL. Dalam rangka mendukung perlindungan habitat pendaratan penyu, anggota Komunitas BMA melakukan penanaman pohon jenis ketapang yang merupakan tumbuhan pantai di Rantau Sialang. Kegiatan Tour diakhiri dengan pelepasliaran puluhan tukik jenis lekang di Pantai Rantau Sialang oleh Komunitas BMA Aceh Selatan.

Petugas TN mengawal kegiatanPengendali Ekosistem Hutan di TNGL Bidang Wilayah I Tapaktuan, Arif Saifudin, S.Si menyebutkan terdapat 3 jenis penyu teridentifikasi pernah mendarat di pantai Rantau Sialang yakni penyu Belimbing (Dermochelys coriacea), penyu Hijau (Chelonia mydas), dan penyu lekang (Lepidochelys olivacea). Namun selama periode musim bertelur (Oktober-Desember 2017 s/d Januari-Februari 2018), petugas tidak menjumpai adanya penyu Belimbing dan penyu Hijau yang mendarat untuk bertelur. Pencarian telur penyu yang sering dilakukan masyarakat sekitar, diduga menjadi salah satu penyebab mengapa penyu jenis tersebut sudah sulit dijumpai mendarat di pantai Rantau Sialang. Diharapkan adanya peningkatan kegiatan sosialisasi dan pembinaan kepada masyarakat sekitar sebagai bentuk penyadartahuan akan pentingnya menjaga kelestarian penyu di alam, pungkasnya.

[teks&foto ©bbtngl | 03042018]

Berita lainnya