• Depan
  • › Kategori: Research
  • › Hubungan Antara Kegiatan Perambahan Hutan Oleh Masyarakat Pendataang...

Hubungan Antara Kegiatan Perambahan Hutan Oleh Masyarakat Pendataang Denagan Kondisi Sosial Ekonomi Di kawasan Ekosistem Leuser (Kel)

Peneliti: Rido Miduk Sugandi Batubara

Spesies: -

No. Pustaka: TNGL-2.043.RID.h

ABSTRAK

                Pada dewasa ini tela terjadi perambahan hutan di Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) oleh sekitar 1.500 orang pendatang yang terdiam yang berdiam di wilayah Sei Minyak Kasio, Damar Hitam, Desa Hamparan Jaya Kecamatan sei Lepan Langkat merambah sekitar 1.000 Hektare hutan yang dioah menjadi tempat tinggal dan pertanian (Media Indonesia, 30/11/2000) dan diperhitungkan saat ini telah mencapai sekitar 1.500 ha, hal ini merupakan suatu perubahan yang sangat besar bagi masyarakat di sekitar Taman nasional Gunung Leuser (TNGL) yang selama ini berpuluh-tahun selalu menjaga kelestarian hutan TNGL.

Tujusn penelitian ini untuk pengaruh akibat kegiatan perambahan hutan di KEL ole masyarakt pendatang terhadap terhadap perubahan pendapatan, pendidikan, pertanian permukiman, pelayan kesehatan masyarakat disekitarnya. Dan untuk melihat faktor-faktor apakah yang mempengarui perambahan hutan di KEL.

Berdasarkan hasil penelitian di lapangan serta hasil pembahasan data-data dengan menggunakan alat bantu statistik pada program komputer SPSS 11.000, dapat di tarik kesimpulan adalah bahwa pengarui perambahan hutan di daerah Kawasan Ekosistem Leuser pada umumnya memberikan pengaruh yang baik (positif) dalam jangka oendek yang di tandai dengan semakin besar pendapatan masyarakat, semakin membaiknya pelayankesehatan, juga meningkatnya tingkat pendidikan masyarakat serta semakin tegaknya hukum dan mulai di galakkanya organisasi-organisasi kemasyarakatan di daerah penelitian. Namun dalam jangka panjang akan memberikan kerusakan bagi masyarakat di sekitar.

                Faktor-faktor yang mempengarui pemanfaatan huta secara kostruktif dalam pengelolaan lingkungan adalah : (1) Kesiapan masyarakata, (2) pengetahuan, (3) penyuluhansedangkan yang mempengarui secara destruktif adalah : (1) kepatuhan terhadap hukum, serta (2) keanggotaan organisasi kemasyarakatan. Dimana faktor yang paling dominan mempengarui peramabahan hutan adalah yaitu kesiapan masyarakat menerima perambahan hutan itu sendiri.

Research lainnya