• Depan
  • › Tata Cara Permohonan SIMAKSI

Tata Cara Permohonan SIMAKSI

Jenis kegiatan masuk TAMAN NASIONAL (Kawasan Pelestarian Alam – KPA) meliputi:

  1. Pengunjung Umum
  2. Rekreasi alam bebas
  3. Penelitian
  4. Kegiatan sosial (hanya untuk masyarakat lokal atau sekitar kawasan atau Pemegang Izin Usaha penyediaan Jasa Wisata Alam)
  5. Kegiatan religi (hanya untuk masyarakat lokal yang melakukan kegiatan religi)
  6. Ilmu pengetahuan, pendidikan dan ekspedisi
  7. Pembuatan film
  8. Jurnalistik

Untuk melakukan jenis kegiatan nomor 3 sampai dengan nomor 8 diwajibkan mengajukan permohonan Surat Ijin Masuk Kawasan Konservasi (SIMAKSI) kepada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser.

SIMAKSI yang mempunyai keterkaitan kerja untuk lebih dari 1 (satu) lokasi UPT, diterbitkan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal PHKA.  SIMAKSI untuk 1 (satu) lokasi UPT, diterbitkan oleh Kepala Unit Pelaksana Teknis.

Permohonan SIMAKSI diajukan oleh pemohon kepada penerbit Izin, dilampiri dengan:

PENELITIAN

a)   Peneliti Mancanegara/ Mahasiswa Perguruan Tinggi Mancanegara (Foreign Researcher)

  1. Surat keterangan jalan dari Kepolisian
  2. Proposal kegiatan
  3. Fotokopi paspor
  4. Surat pernyataan tentang kesanggupan untuk mematuhi ketentuan perundang-undangan
  5. Surat Izin Penelitian dari Kementerian Negara Riset dan Teknologi
  6. Surat Pemberitahuan Penelitian dari Kementerian Dalam Negeri
  7. Surat rekomendasi dari mitra kerja atau dari Perguruan Tinggi induk

b)   Peneliti Nusantara/ Mahasiswa Perguruan Tinggi Indonesia (Indonesian Researcher)

  1. Proposal kegiatan
  2. Fotokopi tanda pengenal
  3. Surat pernyataan tentang kesanggupan untuk mematuhi ketentuan perundang-undangan
  4. Surat Rekomendasi dari mitra kerja atau dari Perguruan Tinggi induk

Permohonan SIMAKSI Penelitian di TNGL saat ini sudah bisa dilakukan secara online.

KEGIATAN SOSIAL

hanya untuk masyarakat lokal atau sekitar kawasan atau Pemegang Izin Usaha penyediaan Jasa Wisata Alam yang melakukan kegiatan sosial, meliputi: Penanaman pohon, Pengamanan hutan bersama masyarakat, Pengendalian kebakaran hutan bersama masyarakat, Evakuasi korban, Kegiatan masyarakat untuk memenuhi kegiatan sehari-hari

  1. Lokasi kegiatan berada di dalam kawasan
  2. Harus terlebih dahulu memberitahukan kepada kepala BBTNGL dengan menyebutkan jumlah anggota masyarakat yang akan melakukan kegiatan

 

KEGIATAN RELIGI

hanya untuk masyarakat lokal yang melakukan kegiatan religi

  1. Surat keterangan domisili
  2. Kartu identitas
  3. Kartu tanda pemegang IUPJWA bagi pemegang izin usaha penyediaan jasa wisata alam
  4. Daftar anggota kelompok atau rombongan
  5. Mengisi formulir

 

ILMU PENGETAHUAN, PENDIDIKAN DAN EKSPEDISI

a)      WNA (foreigner)/ Siswa-Mahasiswa Mancanegara

  1. Surat keterangan jalan dari Kepolisian
  2. Proposal kegiatan
  3. Fotokopi paspor
  4. Surat pernyataan tentang kesanggupan untuk mematuhi ketentuan perundang-undangan
  5. Surat rekomendasi dari mitra kerja atau Sekolah/ Perguruan Tinggi induk

b)      WNI/ Siswa-Mahasiswa Indonesia

  1. Proposal kegiatan
  2. Fotokopi tanda pengenal
  3. Surat pernyataan tentang kesanggupan untuk mematuhi ketentuan perundang-undangan
  4. Surat Rekomendasi dari mitra kerja atau Sekolah/ Perguruan Tinggi induk

 

SNAPSHOT FILM DAN FOTO KOMERSIAL

a)      WNA (foreigner)

  1. Surat keterangan jalan dari Kepolisian
  2. Proposal kegiatan
  3. Fotokopi paspor
  4. Surat pernyataan tentang kesanggupan untuk mematuhi ketentuan perundang-undangan
  5. Surat Izin Produksi Pembuatan Film Non Cerita/Cerita di Indonesia dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
  6. Sinopsis
  7. Daftar peralatan
  8. Daftar anggota Tim

b)      WNI

  1. Proposal Kegiatan
  2. Fotokopi tanda pengenal
  3. Surat pernyataan tentang kesanggupan untuk mematuhi ketentuan perundang-undangan
  4. Sinopsis
  5. Daftar peralatan
  6. Daftar anggota Tim

 

JURNALISTIK

a)      WNA (foreigner)

  1. Surat keterangan jalan dari Kepolisian
  2. Proposal kegiatan
  3. Fotokopi paspor
  4. Surat pernyataan tentang kesanggupan untuk mematuhi ketentuan perundang-undangan
  5. Kartu Pers dari lembaga yang berwenang

b)      WNI

  1. Proposal Kegiatan
  2. Fotokopi tanda pengenal
  3. Surat pernyataan tentang kesanggupan untuk mematuhi ketentuan perundang-undangan
  4. Kartu Pers dari lembaga yang berwenang

 

Tata Cara Perpanjangan SIMAKSI

  1. Permohonan perpanjangan SIMAKSI untuk kegiatan penelitian serta ilmu pengetahuan dan pendidikan, diajukan oleh pemohon kepada penerbit SIMAKSI, paling lama 10 (sepuluh) hari kerja sebelum SIMAKSI berakhir.
  2. Permohonan perpanjangan SIMAKSI untuk kegiatan ekspedisi, pembuatan film dan jurnalistik diajukan pemohon kepada penerbit SIMAKSI, paling lama 3 (tiga) hari kerja sebelum SIMAKSI berakhir.
  3. Permohonan perpanjangan bagi WNA/ mahasiswa mancanegara dilengkapi juga dengan rekomendasi dari Kepala Unit Pelaksana Teknis. Rekomendasi diterbitkan setelah pemohon melakukan presentasi dan dinilai dapat diterima oleh Kepala Unit Pelaksana Teknis.
  4. Penerbit SIMAKSI dapat menyetujui atau menolak permohonan perpanjangan SIMAKSI yang diajukan oleh pemohon.
  5. Permohonan perpanjangan dilampiri dengan:
  1. Laporan hasil kegiatan
  2. Perizinan dari instansi terkait yang masih berlaku

 

MASA BERLAKU

  1. Masa berlaku SIMAKSI dan perpanjangan untuk kegiatan penelitian dan pengembangan paling lama 3 (tiga) bulan.
  2. Masa berlaku SIMAKSI dan perpanjangan untuk kegiatan ilmu pengetahuan dan pendidikan, paling lama 1 (satu) bulan.
  3. Masa berlaku SIMAKSI dan perpanjangan untuk kegiatan pembuatan film, paling lama 14 (empat belas) hari.
  4. Masa berlaku SIMAKSI dan perpanjangan untuk kegiatan ekspedisi dan jurnalistik paling lama 10 (sepuluh) hari.

 

KEWAJIBAN

  • Sebelum melakukan kegiatan, pemegang SIMAKSI berkewajiban:
  1. Membayar pungutan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan
  2. Meminta izin atas penggunaan atau peminjaman sarana prasarana milik negara kepada penerbit Simaksi
  • Selama melaksanakan kegiatan, pemegang SIMAKSI harus didampingi petugas dari Unit Pelaksana Teknis.
  • Dalam hal SIMAKSI berakhir, pemegang SIMAKSI berkewajiban :
  1. Mempresentasikan hasil kegiatan kepada kepala UPT
  2. Menyerahkan laporan hasil kegiatan
  3. Menyerahkan kopi film kepada penerbit SIMAKSI paling lama 1 (satu) bulan setelah film diproduksi, khusus kegiatan pembuatan film.
  • Dalam hal terdapat kegiatan mengambil dan mengangkut spesimen tumbuhan dan satwa liar, pemegang SIMAKSI harus memiliki izin sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
  • Segala resiko yang terjadi selama pelaksanaan kegiatan merupakan tanggung jawab pemegang SIMAKSI.
  • Selama melaksanakan kegiatan, pemegang SIMAKSI dilarang antara lain melakukan penebangan pohon, mengganggu kesejahteraan satwa, dan memberikan makanan kepada satwa yang menjadi objek kegiatan.
  • Pemegang SIMAKSI yang melakukan kegiatan, wajib mencantumkan logo Kementerian Kehutanan dan nomenklatur PHKA pada setiap produk hasil kegiatan.

Sumber:

Peraturan Dirjen PHKA Nomor P. 7/IV-SET/2011 Tentang Tata Cara Masuk Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam