• Depan
  • › Kategori: Research
  • › Keanekaragaman Tumbuhan Bawah Yang Berpotensi Sebagai Tanaman Obat Di...

Keanekaragaman Tumbuhan Bawah Yang Berpotensi Sebagai Tanaman Obat Di Hutan Taman Nasional Gunung Leuser Sub Seksi Bukit Lawang

Peneliti: Zainab Nirwani

Spesies: Tanaman Obat

No. Pustaka: TNGL-2.010.ZAI.k

~ABSTRAK

Masyarakat di sekitar Bukit Lawang sudah berpuluh tahun memanfaatkan tumbuh-tumbuhan sebagai tanaman obat, sedangkan data dan informasi mengenai tumbuhan yang berpotensi sebagai tanaman obat di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser Sub Seksi Bukit Lawang masih kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman tumbuhan bawah dan hubungannya dengan faktor fisik-kimia serta mengetahui tumbuhan bawah yang digunakan masyarakat di sekitar Taman Nasional Gunung Leuser Sub Seksi Bukit Lawang. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif. Data diperoleh dengan menghitung dominansi dan indeks keanekaragaman serta wawancara dengan masyarakat sekitar. Berdasarkan penelitian yang dilakukan korelasi antara keanekaragaman dengan suhu tanah dan kelembaban memiliki korelasi searah, sedangkan suhu udara, intensitas cahaya dan pH tanah memiliki korelasi yang berlawanan arah. INP tumbuhan bawah berkisar antara 0,99%-25,95%. INP tertinggi adalah Laportea stimulans termasuk famili Urticaceae. Indeks keanekaragaman berkisar antara 3,186-3,342 artinya Kawasan ini memiliki keanekaragaman yang tinggi. Tumbuhan bawah yang digunakan paling banyak oleh masyarakat adalah Nungkey (Melastoma melabthricum) dengan nilai 0,27 dan Sampo Bergeh (Pilea Sp.) dengan nilai  0,28. Kebanyakan tanaman obat yang digunakan memiliki kandungan metabolit sekunder jenis flavanoid.

 

Kata kunci: Keanekaragaman tumbuhan bawah, tanaman obat, metabolit sekunder

Research lainnya