• Depan
  • › Kategori: Berita
  • › Kematian Eva, Kabar Duka Dari Tangkahan

Kematian Eva, Kabar Duka dari Tangkahan

1500985718564(Langkat, Juli 2017) Berita duka datang dari Tangkahan. Eva, satu dari tujuh gajah dewasa di kawasan ekowisata yang berada di kabupaten Langkat ini mati karena sakit. Eva menghembuskan nafas terakhir pada hari Senin (24 Juli 2017) jam delapan pagi.

Gajah betina yang berumur ± 60 tahun ini menderita sakit selama beberapa bulan dengan gejala lemah dan nafsu makan turun. Eva diisolasi ke lokasi yang jauh dari tempat tinggalnya selama ini di CRU Tangkahan. Pengobatan secara intensif dilakukan Vesswic selama 3 bulan, termasuk uji laboratoriumnya. Kematian Eva diperkirakan karena infeksi saluran pernafasan kronis. Kondisi umur Eva pun mempengaruhi lambatnya proses pemulihan dari sakit yang ia derita.

IMG-20170725-WA0014

Eva berasal dari Aceh Timur. Gajah liar yang sejak tahun 1983 dikelola oleh Sub Balai KSDA Aceh pada waktu itu,  mengalami beberapa kali pindah lokasi akibat konflik di Aceh. Sepanjang hidupnya Eva ikut dalam beberapa operasi pengamanan hutan bahkan penyelesaian konflik gajah di Sumatera Utara.

“Kematian Eva meninggalkan duka mendalam bagi Taman Nasional Gunung Leuser. Eva telah turut andil dalam mengembangkan wisata dan patroli gajah di Tangkahan”, ujar Kepala BPTN Wilayah III Stabat, Ardi Andono.

IMG-20170725-WA0012Kejadian yang menyita perhatian penggiat konservasi dan masyarakat ini memerlukan upaya tindak lanjut dari berbagai pihak terkait konservasi Gajah Sumatera. Kepala Bidang Teknis Konservasi Balai Besar TNGL, Rahmad Saleh mengutarakan,” Penting untuk melakukan peningkatan pemeriksaan kesehatan gajah dan mahout (pawang gajah) secara berkala”.

Semoga gajah-gajah di Tangkahan sehat dan terus berkontribusi dalam upaya pelestarian kawasan dan pengembangan ekowisata di Tangkahan. Selamat jalan, Eva!

[teks ©bbtngl, foto ©Ardi Andono, bbtngl | 25072017 | ya]

Berita lainnya