Krueng Kila

Written by jejak leuser. Posted in Lokasi Ekowisata

Secara administrasi pemerintahan terletak di Kampung Mata Lea Kecamatan Blang Pidie Kab. Aceh Barat Daya Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam yang dikenal sebagai kota perdagangan. Para pedagang datang dari berbagai daerah seperti Aceh Selatan, Aceh Barat dan Terangon (Gayo Lues).

Secara administrasi pengelolaan termasuk dalam pengelolaan Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I – Blang Pidie (Bidang Pengelolaan TNGL Wilayah I Tapaktuan).

Krueng Kila merupakan sarana pendistribusian air bagi kebutuhan pertanian (sawah) untuk daerah Blang Pidie, Kecamatan Mata Lea. Krueng Kila ini menjadi obyek wisata alam yang menarik untuk dikunjungi apalagi terdapat panorama alam berupa hutan tropis, sungai dan pebukitan ikut mendukung keindahan kawasan ini.

Lokasi ini mudah untuk dijangkau karena berjarak hanya sekitar 3 km dari pusat kota Kecamatan. Kondisi jalan cukup baik dan pengunjung dapat mencapainya dengan berjalan kaki dengan waktu tempuh 25 – 30 menit dari kota atau naik becak. Atau dapat ditempuh melalui perjalanan darat dari ibukota Kab. Aceh Barat Daya (Kota Blangpidie) dengan sepeda motor atau mobil dengan jarak tempuh sekitar 150 km atau 3 jam perjalanan.

Bagi pengunjung yang ingin menikmati panorama alam sambil berjalan kaki dapat memilih rute perjalanan dengan menyusuri jalan setapak sekitar 9 km. Dalam perjalanan menyusuri tepi sungai ini pengunjung dapat menikmati keindahan batuan sungai dan panorama alam. Pengunjung juga dapat memanfaatkan waktu dengan aktifitas memancing di sungai ini.

Blang Pidie merupakan kota kecamatan terbesar di Aceh Barat Daya. Di kota ini telah tersedia hotel dan penginapan antara lain: Sahmita Hotel, Leuser Hotel, Arena Motel, Yusri Hotel dan Gunung Killa Inn. Namun di lokasi wisata Krueng Kila belum terdapat fasilitas penginapan dan warung makanan.

Pengunjung yang datang umumnya adalah pengunjung lokal dan belum begitu dikenal wisatawan mancanegara. Pada hari minggu dan libur lokasi wisata alam ini ramai dikunjungi. Aktivitas wisata yang umumnya dilakukan oleh pengunjung adalah menikmati panorama alam, mandi, memancing, mengamati satwa dan trekking.

Topografi pada kawasan ini adalah gugusan pegunungan bukit barisan yang hijau diantara gugusan keindahan pantai Samudera Hindia. Memiliki ekosistem mulai dari ekosistem dataran rendah (low land), pebukitan sampai dengan pegunungan (up land).

Di kawasan ini dapat ditemukan berbagai jenis tumbuhan seperti Meranti, Kapur, Semantouk, Meudang, Rotan, dan masih banyak lagi jenis lainnya. Selain itu juga dapat dijumpai beberapa jenis reptilia, mamalia, burung, kupu-kupu dan serangga. Termasuk diantaranya satwa liar yang dilindungi. Jika berjalan kearah hutan, dapat dijumpai sarang lebah madu yang banyak terdapat di pohon-pohon tinggi disekitar hutan.

Sungai Krueng Kila merupakan salah satu sungai terbesar di Blang Pidie, sumber airnya berasal dari kawasan pegunungan Agani (1200 m dpl). Saat kondisi hutan masih baik sungai Krueng Kila mengalir dengan kedalaman rata-rata mencapai 3 – 4 m.

Kecamatan Blang Pidie memiliki tipe tanah yang beragam seperti Latosol, Regosol, dan di beberapa tempat termasuk jenis Podsolik.

Sebagian besar penduduk yang bermukim di kawasan ini bermata pencaharian sebagai petani. Sebagian menambah pendapatan dengan beternak lembu dan ada yang memanfaatkan lahannya dengan menanam pala dan nilam. Mayoritas suku Aceh.

Potensi wisata pada kawasan ini berupa melihat dan menikmati panorama alam dan sungai Krueng Kila dan air terjun yang melewati hutan hujan tropis yang masih rapat dan pegunungan. Dapat dijadikan daerah wisata alam yang bersifat massal (mass tourism) yang menitik beratkan pada rekreasi keluarga dengan menikmati panorama sungai yang jernih makan dipinggir sungai serta mandi disungai. Selain itu dapat juga dikembangkan sebagai wisata minat khusus seperti sport toursim seperti arung jeram, adventure tourism atau petualangan, bahkan education tourism atau pendidikan kepada pelajar.

Tags: , , , , , , ,

Trackback from your site.

jejak leuser

Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL) Medan, North Sumatra, Indonesia. Redaksi menerima sumbangan tulisan yang berkaitan dengan aspek alam dan konservasi. Tulisan diketik dengan spasi tunggal, maksimal 5 halaman dan minimal 3 halaman A4 dengan font Times New Roman 10. Naskah dikirim ke email: jejakleuser[at]yahoo.co.id dengan disertai identitas diri (termasuk foto penulis), serta foto-foto dan/atau gambar-gambar yang dapat mendukung tema tulisan. Naskah yang dikirimkan menjadi hak penuh redaksi untuk dilakukan proses editing seperlunya.

Leave a comment

Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser