• Depan
  • › Kategori: Berita
  • › Kunjungan Kerja Kepala Bbtngl Ke Wilayah Aceh Selatan

Kunjungan Kerja Kepala BBTNGL Ke Wilayah Aceh Selatan

Kunjungan Kababes ke Resort Kluet Selatan(Aceh Selatan, 3 Oktober 2017) Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser didampingi Kepala Bidang Teknis Konservasi dan Kasubbag Evaluasi, Data, Pelaporan dan Humas melakukan kunjungan ke wilayah TN Gunung Leuser di Aceh Selatan. Tiba di pantai Singgahmata Rantau Sialang, ir. Misran, MM dan rombongan disambut oleh Kepala BPTN Wilayah I Tapaktuan, Buana Darmansyah, S.Hut.T, Kepala Stasiun Pembinaan Populasi Penyu Rantau Sialang, Soloon S. Tanjung beserta staf.

Kepala BBTN. Gunung Leuser mengaku kagum dengan potensi yang dimiliki BPTN Wialayah I Tapaktuan. “Wilayah ini memiliki kawasan pantai yang indah dan hanya satu-satunya kawasan TNGL dengan formasi habitat terlengkap, mulai dari hutan hujan tropis, hutan rawa, hingga pantai”, ujarnya

Kunjungan Kababes ke SP. Penyu Rantau SialangPantai Singgahmata Rantau Sialang merupakan lokasi pendaratan penyu terbesar di dunia dan langka yakni penyu belimbing (Dermochelys coriacea). Dua jenis penyu lain yakni penyu lekang (Lepidochelys olivacea) dan penyu hijau (Chelonia mydas) pun rutin bertelur di sepanjang pantai tersebut.

Sebagai lokasi pendaratan penyu di kawasan TNGL, Stasiun Pembinaan Populasi Penyu Rantau Sialang memiliki beberapa program pengembangan kawasan diantaranya (1) Pembuatan Site Plan dan Billboard Kawasan Stasiun Pembinaan Populasi Penyu Rantau Sialang, (2) Pembangunan Bak Penetasan dan Kolam Penyu, (3) Penetasan Telur Semi Alami dan Pemeliharaan Tukik, (4) Pembinaan Habitat melalui monitoring areal peneluran, pembersihan pantai, dan pengayaan pohon di sepanjang pantai Singgamata Rantau Sialang serta (5) Penyediaan lokasi camping ground untuk tujuan Edukasi.

“Program-program tersebut telah diusulkan dalam anggaran BBTNGL maupun proyek BCCP-GLE KfW yang dilaksanakan di BPTN Wilayah I Tapaktuan. Diharapkan dengan adanya program pengembangan kawasan tersebut, pengelolaan Stasiun Pembinaan Populasi Penyu Rantau Sialang lebih optimal”, jelas Soloon Tanjung.

Foto Bersama SEKDA Aceh SelatanMenanggapi usulan tersebut, Kepala Balai Besar TNGL menyambut baik dan akan mendukung penuh guna pengembangan potensi yang dimiliki Taman Nasional Gunung Leuser di Wilayah I Tapaktuan. Menurutnya, dengan adanya proyek BCCP-GLE KfWPegawai BPTN-1 Menyimak Arahan Kababes TNGL di BPTN Wilayah I Tapaktuan, program-program tersebut seyogyanya dapat didukung dalam anggaran proyek BCCP-GLE KfW. Sehingga kehadiran proyek BCCP-GLE KfW di BPTN Wilayah I Tapaktuan dapat berdampak secara langsung bagi Pemerintah Aceh Selatan pada umumnya dan masyarakat desa Pasie Lembang pada khususnya.

Lanjutnya, “sebagai desa yang berdampingan dengan kawasan TNGL, perlu peningkatan keterlibatan masyarakat desa Pasie Lembang dalam pemanfaatan kawasan Stasiun Pembinaan Populasi Penyu Rantau Sialang sebagai tujuan wisata edukasi berbasis penyu”.
Keesokan paginya, Kepala Balai Besar bertemu dengan para pegawai lingkup BPTN Wilayah I Tapaktuan. Dalam arahannya, ir. Misran MM menyampaikan, ”Kita musti bangga dan bersyukur bekerja di Taman Nasional Gunung Leuser yang merupakan Warisan Dunia (World Heritage). Menjaga kelestarian hutan merupakan amanah mulia yang diberikan Pemerintah kepada kita”.

Koordinasi dengan SEKDA Kab Aceh Selatan Koordinasi dengan Bupati Aceh Barat Daya (ABDYA)Berdasarkan wilayah administrasi, BPTN Wilayah I Tapaktuan berada di 2 (dua) wilayah Kabupaten yakni Kabupaten Aceh Selatan dan Kabupaten Aceh Barat Daya. Selain  pembinaan pegawai, Kepala Balai Besar TNGL juga melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah setempat. Koordinasi tersebut dilakukan untuk menjalin kerjasama yang baik antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam mengelola dan menjaga hutan khususnya Taman Nasional Gunung Leuser. Kedepan akan direncanakan pembuatan MoU (kesepakan bersama) antara TNGL dengan Pemerintah Daerah dalam mensinergikan program pengelolaan kawasan hutan baik itu kawasan konservasi maupun kawasan lindung.

Di Kabupaten Aceh Selatan, Kepala Balai Besar TNGL disambut baik oleh Sekretaris Daerah Aceh Selatan. Menurut SEKDA Aceh Selatan, kunjungan semacam ini sangatlah penting dalam menjalin koordinasi yang baik antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah. Kemudian saat berada di Kabupaten Aceh Barat Daya (ABDYA), kedatangan Kepala Balai Besar TNGL disambut hangat oleh oleh Bupati. Bupati ABDYA berharap, pengelolaan kawasan hutan harus memperhatikan kesejahteraan masyarakat yang tinggal berdampingan dengan hutan. Sehingga slogan “Hutan Lestari Masyarakat Sejahtera” dapat terwujud.

[teks & foto© bbtngl| 06102017| Arif]

Berita lainnya