Melepas Rindu Alam Liar

IMG_0109

Orangutan “Jagad”. Tatapan mata tanpa isyarat, bibir tak berucap, tubuh besarnya terdiam berbatas jeruji.

Tatapan mata jagad tanpa isyarat, bibirnya tak berucap, tubuh besarnya terdiam berbatas jeruji.

Perjalanan kami saat itu cukup jauh, Medan – Jambi tidak menyurutkan langkah untuk terus berjuang dalam kelestarian Orangutan Sumatera yang telah di ujung kepunahan. Sabtu (05/10/2013), kami berangkat menggunakan truk dari medan ke Stasiun Reintroduksi Sungai Pengian Jambi. Dalam tiga hari perjalanan, kami mencoba untuk menghindari seminimal mungkin Jagad menjadi stres, dan terkadang kami harus berhenti setiap empat jam sekali untuk memberi makan dan memastikan tetap dalam kondisi yang baik.

Jagad, orangutan jantan berumur sekitar 30 tahun asal Serapit Langkat yang telah dua bulan dikarantina di Sibolangit. Pusat Karantina Sibolangit menampung orangutan hasil sitaan atau tangkapan akibatkan konflik dengan manusia. Konflik satwa terjadi sebab dari berkurangnya wilayah jelajah dan berkurangnya makanan mereka di alam. Jagad salah satu contoh gambaran korban hasil keserakahan manusia yang tidak menyadari pentingnya hidup sejahtera berdampingan dengan alam. Ia telah hidup damai di alam (hutan) dengan makanan, minuman dan tempat tinggal yang ada sebelum kehadiran manusia di sana. Alam menyediakan semua itu dengan seimbang, namun kita mengeksploitasi dengan tidak bijak. Sudahkah kita menyadari akan kerugian yang ditimbulkan dengan kerusakan hutan dan punahnya satwa yang selama ini telah terjadi di Indonesia?

Pernahkah anda mendengar “sayangi alam kita, karena jika hutan mulai rusak dan satwa yang ada menjadi punah, kasian anak cucu kita hanya bisa melihat melalui foto yang menunjukkan bahwa satwa itu telah punah, juga hanya bisa mendengarkan ceritanya semata”. Saatnya kita menyadari kita harus bisa menjaga alam ini dengan baik, mengeksploitasi dengan bijak, dan hiduplah berdampingan dengan alam secara baik dimanapun kita berada. Mereka tidak bersalah, kita harus bisa menelaah dan sadar betapa pentingnya keberlangsungan Ekosistem di alam.

Go Green, Get Healthy Live.

[teks & foto ©TNGL | 092014 | Agus Yulianto]

Artikel lainnya