• Depan
  • › Kategori: Berita
  • › Meriah, Kenduri Laut Dan Pelepasan Tukik Di Pantai Singgahmata

Meriah, Kenduri Laut dan Pelepasan Tukik di Pantai Singgahmata

IMG-20180317-WA0005(Tapaktuan, Maret 2018)  Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) gelar kenduri laut dan pelepasliaran tukik penyu di Kawasan Pantai Singgah Mata Rantau Sialang, Gampoeng Pasie Lembang, Kec. Kluet Selatan, Kab. Aceh Selatan Kamis, (15/3). Acara yang berlangsung hikmat tersebut diselenggarakan dalam rangka memperingati hari Bhakti Rimbawan Ke – 35 Tahun 2018. Tema yang diusung kali ini yaitu Melalui Bhakti Rimbawan Kita Tingkatkan Pengelolaan Lingkungan Hidup untuk Kesejahteraan Rakyat.

IMG-20180317-WA0006Kegiatan dimulai pada pukul 15:20 di halaman komplek perkantoran SPTN Wilayah II Kluet Utara. Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA), SKPK, MUSPIKA dan Tokoh Masyarakat turut hadir dalam undangan. Dari unsur FORKOPIMDA diantaranya ; Sekda Aceh Selatan H. Nasjuddin, SH. MM, diwakili Asisten III, Ir. H. Said Azhar, Kapolres AKBP Dedy Sadsono, ST, Dandim 0107 diwakili Kasdim Mayor Inf. Ferdinand dan Ketua DPRK yang diwakili Armia Majid. Disamping itu, juga turut hadir CTA Project BCCPGLE KFW Andreas M Graefen serta Kepala BBTNGL diwakili Kepala BPTN Wilayah I Tapaktuan, Buana Darmansyah, S. Hut.

IMG-20180317-WA0004Asisten III Ir. H. Said Azhar, dalam sambutannya menghimbau agar semua pihak ikut serta melestarikan lingkungan hidup dan kehutanan. Menurutnya Kabupaten Aceh Selatan kaya akan potensi baik di darat maupun di laut, salah satunya adalah Pantai Singgah Mata Rantau Sialang.

Pesisir pantai Barat, Selatan Aceh membentang luas dengan garis pantai memanjang mengitari Samudera Hindia. Sangat potensial penyu laut mendarat dan bertelur di hamparan pantai tersebut.

IMG-20180317-WA0000Harapan beliau kedepannya masyarakat yang berada di pesisir pantai, tidak melakukan pengambilan telur – telur penyu laut, apalagi mengkonsumsinya, sebab hewan ini dilindungi undang – undang kehutanan. Disamping itu keberadaan hewan ini di alam kian menurun dan bahkan terancam punah.

Himbauan itu juga diarahkan kepada pihak Kecamatan yang bersinggungan langsung dengan kawasan pantai, untuk menggiring lahirnya Qanun Desa tentang pelestarian penyu laut di masa mendatang.

IMG-20180317-WA0001Pada kesempatan yang sama Ka. BPTN Wil I Tapaktuan, Buana Darmansyah, S. Hut. menyatakan, “Rencana pengembangan SP. Penyu Rantau Sialang kedepannya akan dijadikan Pusat Pendidikan Konservasi Penyu Laut atau Daerah Tujuan Edukasi (ODTE) bagi masyarakat dan kaum pelajar. Hal itu sudah tertuang didalam Grand Desain Rantau Sialang.”

” Untuk mendukung suksesnya rencana tersebut,  sangat diharapkan dukungan dan partisipasi seluruh pihak (multi stakholder) baik Pemerintah Daerah Aceh Selatan sendiri, NGO, Alim Ulama dan Tokoh pemuka masyarakat lainnya”,  tutup beliau.

[teks&foto ©bbtngl|17032018|efa]

Berita lainnya