Pamah Simelir

Wisata alam Pamah Simelir berada pada cekungan/lembah atau daerah Pamah dalam bahasa lokal ( Karo ) yang terdapat dalam deretan Bukit Barisan yang membuat cuaca di daerah ini sangat dingin dengan udara yang sangat bersih dan memiliki panorama alam pegunungan yang sangat indah.

Adapun letak kawasan ini berada di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Tepatnya pada Desa Telagah, kecamatan Sei Bingai.

Wisata alam pamah Simelir terletak di wilayah dusun Pamah semelir dan dusun Perteguhan merupakan bagian dari desa Telagah yang berbatasan secara langsung dengan kawasan Taman Nasional Gunung Leuser. Secara georafis terletak pada koordinat 97’ 52” BT – 98’ 45” BT, 3’ 14’ LU – 4’ 13” LU, pada ketinggian 700 – 910 m dpl.

Pamah Simelir berjarak sekitar 4 km dari Desa Telagah dan berjarak 27 km dari ibukota Kecamatan Sei Bingei. Dari Medan dapat ditempuh selama 4 jam perjalanan naik angkutan umum atau 1,5 jam dari kota Binjai. Dari Binjai terdapat angkutan umum yang secara regular menuju desa ini. Dari desa Telagah, perjalanan masih harus dilanjutkan dengan berjalan kaki atau dapat juga menyewa angkutan lokal yang tersedia. Jalan menuju dusun Pamah Simelir masih dalam kondisi kurang baik, sebagian beraspal dan sebagian lagi berbatu-batu.

Tersedia fasilitas pemondokan sederhana di rumah penduduk. Wisatawan asing singgah dan bermalam di daerah ini dibawa oleh pemandu dari Bukit Lawang dengan tujuan trekking ke Lau Kawar. Wisatawan yang bermalam biasanya telah membawa tenda sendiri atau menginap di rumah masyarakat.

Di lokasi wisata ini terdapat aneka tumbuhan seperti Dipterocarpus sp, shorea sp, champhor, rotan dan kayu manis, Pohon Lengat Tangkeh, Beringin Hutan, pisang Hutan, dan juga berbagai jenis satwa seperti Harimau, Beruang, Landak, kancil, Lutung dahi putih/Kera, Kulikap/Saruli, Sarudung/Serudung, Ungko, Orang Utan/Mawas, Siamang, etak/Binturung, Burung Murai, Cucak rawa, Burung Layang-layang, Burung Kuau, Burung Ketilang, Burung Enggang, Burung Elang perut putih, Burung Rangkong, Sri Gunting dll.

Disamping itu juga terdapat potensi Gunung Semelir (ketinggian 1.754 m dpl) yang mempesona, Gua, Air Terjun, sumber air panas dan bentukan geologi yang alami. Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser mendorong partisipasi masyarakat melalui pembentukan Lembaga Pariwisata Semelir Erdilo (LPSE) yang diharapkan sebagai lembaga lokal yang dapat menggerakkan pengembangan wisata alam di daerah ini.

Berdasarkan laporan dari Van Bremmelen, materi penyusun kandungan tanah di sebagian besar daerah Aceh dan Sumatera Utara berasal dari letusan Gunung Simelir. Kandungan mineral tanah umumnya jenis kuarsa dan pasir vulcanik, dan fraksi kerasnya merupakan jenis amphibol.

Kawasan dusun umumnya lahan pertanian dan perkebunan masyarakat dengan tanaman unggulannya adalah kopi.

Di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser cenderung masih asli dan terdapat jenis pohon-pohon bernilai ekonomi tinggi dan masih dapat dijumpai Orangutan dan spesies primata lainnya serta aneka ragam burung.

Secara umum, sebagian besar masyarakatnya hidup dari sektor pertanian (mencapai 95 %), berdagang, pegawai negeri, karyawan perkebunan, dan pekerja lepas. Selain tanaman pertanian seperti padi dan sayuran juga terdapat tanaman budidaya yang umumnya adalah jenis tanaman keras seperti bambu, durian, kayu manis dan kopi.

Sebagian besar masyarakatnya adalah suku Karo. Umumnya masyarakat masih memegang teguh adat istiadatnya. Disini masih dapat disaksikan kesenian adat Karo yang ditampilkan pada saat acara perkawinan, kematian maupun pada acara Pesta Tahunan (Annual Party). Gendang Guro-guro Aron merupakan kesenian khas yang kerap ditampilkan termasuk jenis makanan tradisional.

Sebagian masyarakatnya masih menganut agama kepercayaan tradisional yang disebut dengan Pemenah (pada saat-saat tertentu mereka mengadakan acara doa dan persembahan kepada kekuatan alam demi keamanan dan kesejahteraan masyarakatnya).

Potensi wisata Kawasan ini memiliki panorama alam hutan tropis yang sangat indah dan masih terjaga keasliannya dengan nuansa kesejukan udara yang dingin. Kawasan ini memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi.

Dengan jarak 3 jam perjalanan dari Pamah Simelir, dapat dijumpai air terjun Srenggana dengan ketinggian mencapai 30 meter. Air terjun ini terdapat di kaki gunung Simelir dan merupakan hulu sungai Sulkam yang mengalir ke Sei Wampu.

Kegiatan wisata yang dapat dilakukan berupa observasi dan penelitian, trekking, pengamatan burung, camping, dan education tourism.

Share

18 Responses so far.

  1. canOe sembiring says:

    tOlOnG perbaiki jlan yang ada di dusun p.simelir. . . .

  2. muksin sitepu says:

    semoga kawasan Pamah semelir ini dapat tetap terjaga denganb baik

  3. Poel de Goeya says:

    ” MERAKYATKAN HUTAN NEGARA MELALUI MANIFESTASI ” NEGARA DALAM DESA ” ( UNIDO HAMAS )

  4. sabaruddin sitepu says:

    perhatian pemerintah status perkara tanah

  5. sabaruddin sitepu says:

    perpecahan antara keluarga perlu mediator yang tak kunjung selesai,begitu juga jalan yg kupak kapik

  6. sabaruddin sitepu says:

    aku lawes bp.nadingken kuta nadingken pusungku ndabuh ,ja gundari daulat nibulang ndai teman senina ,ula kam tangis bulang dibata pagi mbalassa karina atas kebenaran ini ,mudah mudahan yg mendengar lit denga pagi sirutang pusuh terlebih kalak karo,generasi gener5asi karo yg pintar

  7. Max velyle cano sembiring says:

    Saya adalah mahasiswa Ekowisata IPB,saya juga berasal dari pamah simelir
    saya melihat bahwa pamah simelir memiliki potensi yang luar biasa untuk kemajuan kepaiwisataan, hanya saja akses bilitas yang tidak memadai seperti jalan yang tidak layak, membuat daerah ini terkubur dan tidak dilihat oleh pemda, mohon supaya daerah ini dimajukan agar dapat memberi manfaat bagi masyarakat, dan negara ,
    trimakasih, sukses selalu

  8. Riswan sitepu says:

    Saya adalah Mahasiswa di Universitas Methodist Indoneisia,dan saya juga berasal dari dusun Pamah simelir,saya melihat dan merasakan bahwa dusun pamah simelir sangat cocok sebagai tempat untuk berliburan dan bersantai,karena selain bebas dari polusi udara dan kebisingan disana juga sangat nyaman dan udara nya yang sangat sejuk.dan kawasan ini berbatasan langsung dengan TNGL dan disitu juga kita bisa melihat secara langsung berbagai tumbuh-tumbuhan dan berbagai binatang.cuma saja kendala yang kurang memajukan tempat ini adalah kualitas jalan yang sangat kurang memadai.

  9. ken says:

    Pamah semelir memiliki potensi wisata terbang layang yang cukup bagus dan juga jalur pendakian deleng pamah yang cukup menantang dengan jalur melingkar,deleng ini juga memiliki pilar.disatu sisi kondisi jalan sangat sangat buruk sekali.kondisi hutan semoga tetap terjaga kelestariannya dari kesadaran masyarakat setempat yang secara langsung berdampingan dengan TNGL,kelestarian hutan merupakan sudah menjadi tanggung jawab kita secara bersama melalui kesadaran konservasi

    • Hutan Leuser says:

      aamiiin. benar sekali bahwa kelestarian hutan merupakan tanggungjawab kita bersama.
      semoga Pamah Semelir bisa dikelola dengan tepat, manfaat dan lestari.

      terimakasih untuk atensinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>