• Depan
  • › Kategori: Berita
  • › Partisipasi Gajah Pada Hut Bhayangkara Ke-71 Di Kabupaten Langkat

Partisipasi Gajah pada HUT Bhayangkara ke-71 di Kabupaten Langkat

IMG-20170725-WA0017(Langkat, Juli 2017) Ekowisata Tangkahan merupakan inisiatif kerjasama antara masyarakat dengan taman nasional. Dahulu kawasan ini merupakan lokasi yang marak illegal logging. Penanganan konflik telah dilakukan oleh petugas taman national di Tangkahan, mulai dari penangkapan pelaku perambahan hingga penyuluhan kepada masyarakat. Hingga puncaknya pada tahun 2001 para pemuda di Tangkahan bermufakat untuk membentuk Tangkahan menjadi kawasan pariwisata dan menghentikan serta menentang aktivitas illegal logging.

IMG-20170725-WA00189 Tahun 2016, Pemerintah pusat mendorong ekowisata Tangkahan menjadi salah satu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Lokasi yang berada di wilayah kerja Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah III Stabat ini memang memiliki vegetasi hutan tropis yang mash terjaga. Tak heran jika tempat ini tidak hanya menjadi sekedar tujuan wisata namun juga tempat belajar mengenai alam, flora dan fauna di dalamnya.

Salah satu atraksi wisata yang diminati di Tangkahan adalah atraksi gajah jinak. Gajah yang saat ini ada sembilan ekor, dulunya merupakan gajah liar yang dijinakkan oleh pawang gajah di Pusat Latihan Gajah (PLG) Aceh dibawah naungan Balai Konservasi Sumberdaya Daya Alam Aceh. Karena kebutuhan konservasi, maka gajah-gajah jinak ini dibawa ke Tangkahan. Selain sebagai atraksi wisata, gajah jinak ini juga dilibatkan dal am kegiatan patroli gajah di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser serta penanganan konflik satwa antara gajah dengan masyarakat di sekitar kawasan.

IMG-20170725-WA0016Dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara yang ke-71, gajah Tangkahan turut berpartisipasi dan mengambil peran dalam kegiatan tersebut. Seusai apel dilaksanakan, sepasang gajah masuk dan mengalungkan karangan bunga kepada Kapolres Langkat. Atraksi lain adalah tarik tambang antara gajah dengan 20 orang personil TNI gabungan. Selain memeriahkan suasana HUT Bhayangkara, kehadiran gajah Tangkahan ini juga menghibur masyarakat Kabupaten Langkat. Kedepannya gajah diharapkan dapat menjadi ikon bagi Kabupaten Langkat.

Diperlukan peranan berbagai stakeholder untuk bahu membahu dalam upaya konservasi gajah. Disamping untuk kegiatan wisata dan patroli tetap harus dijaga kesehatan gajah, koridor dan juga habitatnya. Sehingga anak cucu kita masih dapat melihat satwa langka yang beratnya bisa mencapai 6 ton ini.

 

[teks & foto ©bbtngl |13072017|YA]

Berita lainnya