• Depan
  • › Kategori: Berita
  • › Perdana, Semarak Global Tiger Day Di Aceh Selatan

Perdana, Semarak Global Tiger Day di Aceh Selatan

IMG-20180729-WA0007Tapaktuan – Gegap gempita sambutan siswa sekolah dan masyarakat menyaksikan kampanye yang dilakukan oleh petugas TN. Gunung Leuser bersama aktivis lingkungan dari berbagai lembaga memperingati Hari Harimau Sedunia (Global Tiger Day) di Bundaran Tugu Pala, Kota Tapaktuan, Aceh Selatan Sabtu, (28/7/18).

IMG-20180729-WA0014Ketua panitia kegiatan, Sahat Alfredo Sihombing, S.Hut mengatakan dalam peringatan Hari Harimau Sedunia tersebut pihaknya menggelar sejumlah rangkaian acara yang diikuti oleh pelajar TK hingga SMA sederajat se Kota Tapaktuan. “Agar memikat simpati masyarakat tentang kearifan lokal terhadap keberadaan Harimau Sumatera di tengah kehidupan sosial budaya yang secara turun temurun menegaskan bahwa Harimau bukan hewan buruan dan bahan koleksian”, jelasnya.

IMG-20180729-WA0009Kegiatan yang berlokasi di Bundaran Tugu Pala dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Pala ini menuai harap meningkatnya kepedulian terhadap satwa liar Harimau Sumatera yang kian terancam punah di alam. Sambutan positif masyarakat ditunjukkan pada sejumlah kegiatan seperti Kampanye Perlindungan Harimau, Face Painting, Lomba Mewarnai tingkat usia dini (TK), Lomba Cerita Bergambar dan Lomba Karikatur tingkat SMA sederajat. Peserta lomba mencapai 100 orang.

IMG-20180729-WA0011Peringatan Hari Harimau Sedunia pertama sekali ditetapkan di Tiger Summit St Petersburg, Rusia, pada tanggal 29 Juli 2010. Sedangkan di Indonesia mulai dirayakan pada tahun 2013. Di Tapaktuan sendiri kegiatan seperti ini perdana digelar.
“iya, baru kali ini kegiatan seperti ini”, ujar Dandy Alfayet, siswa SMA Negeri 1 Tapaktuan. Acara yang disusun apik membangkitkan semangat untuk kelestarian Harimau Sumatera, jenis hewan sakral yang dilindungi dan dihormati secara turun temurun oleh nenek moyang mereka.

Kepala SPTN Wilayah II Kluet Utara, Teuku Irmansyah, S.Hut dalam sambutannya menjelaskan kegiatan Global Tiger Day ini diinisiasi melalui program BCCP GLE – KFW – BBTNGL dan KLHK. Selain itu kegiatan tersebut juga tidak lepas dari dukungan Wildlife Counservation Sociaty (WCS – IP), Forum Konservasi Leuser (FKL), Orangutan Information Center (OIC) dan BRI Cabang Tapaktuan.

IMG-20180729-WA0006Lebih lanjut Teuku menjelaskan berdasarkan data IUCN keberadaan Harimau Sumatera tinggal 400 sampai 600 ekor, disebabkan berkurangnya luas hutan sebagai habitatnya di alam. Atas kondisi itu Harimau Sumatera dinyatakan masuk kategori satwa lindung terancam punah. Adalah kewajiban kita berkontribusi terhadap perlindungan dan pelestarian satwa dan habitatnya ini.

[teks&foto ©bptn1tapaktuan /bbtngl |28072018|efa wahyuni]

Berita lainnya