• Depan
  • › Kategori: Berita
  • › Peringati Hkan Dan Hut Ri, Balai Besar Tngl Lepas 150 Tukik Di Pantai...

Peringati HKAN dan HUT RI, Balai Besar TNGL Lepas 150 Tukik di Pantai Rantau Sialang

lepas tukik1(Aceh Selatan, Agustus 2018) Dalam rangka memperingati Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) dan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73, Balai Besar TNGL bersama mitra menggelar pelepasan 150 tukik (anak penyu) di Stasiun Pelestarian Penyu Rantau Sialang, Kluet Utara, Aceh Selatan.

Agenda akbar ini melibatkan berbagai instansi pemerintah di Kab. Aceh Selatan (Polres Aceh Selatan, KODIM 0107 Aceh Selatan, Balai KSDA Aceh, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pariwisata, Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kecamatan Kluet Selatan, dan KPH Wilayah VI Subulussalam); beberapa mitra LSM (Wildlife Conservation Society (WCS), Forum Konservasi Leuser (FKL), Orangutan Information Center (OIC), Hutan Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA), Yayasan Scorpion Indonesia (YSI), Yayasan Ekosistem Lestari (YEL), dan USAID Lestari); unsur swasta (BRI cabang Tapaktuan) dan ratusan masyarakat yang berasal dari penjuru Aceh Selatan.

sambutan kabidAcara dibuka oleh Kepala Balai Besar TNGL yang diwakili Kepala Bidang Teknis Konservasi. “Selain sebagai agenda silaturahim antar pihak, kegiatan ini juga menjadi ajang untuk memperkenalkan pengelolaan spesies penyu di kawasan TNGL kepada masyarakat luas”, ujar Adhi Nurul Hadi,S.Hut, M.Sc.

tarianpanjat pinang

 

Pentas seni dan perlombaan mengawali rangkaian acara yang diinisiasi Balai Besar TNGL BPTN Wilayah I Tapaktuan dan Biodiversity Conservation and Climate Protection in the Gunung Leuser Ecosystem Project (BCCPGLE-KFW). Pertunjukan seni menampilkan Tari Ranup Lampuan dan Rapa’i Geleng oleh pelajar SD di sekitar kawasan TNGL. Sedangkan perlombaan yang digelar yaitu lomba makan kerupuk, memasukkan paku kedalam botol, dan panjat pinang

Agenda utama pelepasan 150 tukik menarik antusias masyarakat dari desa-desa sekitar kawasan TNGL. Tukik yang dilepasliarkan ke laut Aceh Selatan adalah jenis penyu abu-abu (Lepidochelys olivacea). Menurut Kepala BPTN Wilayah I Tapaktuan TNGL, Buana Darmansyah, S.Hut.T, secara global berdasarkan data IUCN (International Union for Conservation of Nature and Natural Resources) penyu abu-abu masuk dalam kategori rentan (vulnerable). Kemudian berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 20 Tahun 2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi, semua jenis penyu yang ada di Indonesia masuk dalam kategori satwa yang dilindungi.

lepas tukik“Kegiatan pelepasliaran tukik ini menjadi momentum yang baik untuk memberi edukasi dan peran aktif masyarakat dalam melestarikan penyu sebagai satwa yang dilindungi yang kini terancam kelestariannya”, tuturnya.

Acara berlangsung hingga sore tiba. Pembagian door prize menjadi penutup perhelatan. Souvenir berupa kerajinan tangan masyarakat sekitar TNGL pun dibagikan, wujud harmonisasi alam dan budaya telah menggeliat di bumi Aceh Selatan.

 [Teks Arif Saifudin,S.Si , Foto Ulul Azmi ©bbtngl| 13082018|]

Berita lainnya