• Depan
  • › Pengamanan Kawasan

Pengamanan Kawasan

Pengertian dari Perlindungan dan pengamanan hutan adalah usaha untuk mencegah dan membatasi kerusakan hutan, kawasan hutan dan hasil hutan, yang disebabkan oleh perbuatan manusia, ternak, kebakaran, daya-daya alam, hama dan penyakit serta mempertahankan dan menjaga hak-hak negara, masyarakat dan perorangan atas hutan, kawasan hutan, hasil hutan, investasi dan perangkat yang berhubungan dengan pengelolaan hutan. Dan Penyelenggaraan perlindungan hutan bertujuan untuk menjaga hutan, hasil hutan, kawasan hutan dan lingkungannya, agar fungsi lindung, fungsi konservasi, dan fungsi produksi, tercapai secara optimal dan lestari. (PP 45 tahun 2004 pasal 5).

Perlindungan dan pengamanan hutan memiliki beberapa bentuk atau cara penanggulangan terhadap gangguan kawasan hutan yaitu preemtif, preventif, represif dan yustisi dalam rangka penanganan kasus.

  1. Kegiatan Preemtif. Upaya preemtif adalah kegiatan dalam upaya penciptaan kondisi yang kondusif dengan tujuan menumbuhkan peran aktif masyarakat dalam pengamanan kawasan hutan. Kegiatannya dapat berupa melakukan inventarisasi potensi masalah, anjangsana / kunjungan ke tokoh masyarakat, gladi posko pengendalian perlindungan dan pengamanan kawasan.
  2. Kegiatan Preventif. Kegiatan Preventif adalah segala kegiatan yang dilaksanakan untuk mencegah terjadinya gangguan keamanan kawasan dan hasil hutan. Bentuk kegiatan preventif, terdiri dari : Melakukan penjagaan di pos jaga daerah tertentu; Melakukan patroli guna menjaga keutuhan kawasan hutan dan mencegah terjadinya tidak pidana kehutanan; dan Melakukan pemeriksanaan peredaran satwa dan tumbuhan.
  3. Kegiatan Represif. Adalah kegiatan penindakan dalam rangka penegakan hukum dimana situasi dan kondisi gangguan keamanan kawasan hutan telah terjadi dan cenderung terus berlangsung atau meningkat sehingga perlu segera dilakukan penindakan terhadap pelakunya. Bentuk kegiatan represif, terdiri dari : Operasi pengamanan hutan : Intelijen, Fungsional, Gabungan dan Khusus; Penanganan tersangka dan barang bukti.

Sepanjang awal bulan Januari hingga bulan September tahun 2014 telah dilakukan berbagai upaya perlindungan dan pengamanan kawasan di hutan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL). Kegiatan ini dilakukan oleh Polhut yang tersebar di tujuh kabupaten dua provinsi Aceh – Sumatera Utara yang memiliki tugas untuk menjaga dan menegakkan hukum demi kelestarian hutan. Dimulai dari unit pengelolaan terkecil, 31 resort yang ada memiliki peran penting sebagai ujung tombak pelestarian hutan karena berbatasan tidak jauh dengan hutan kawasan TNGL.

Kegiatan patroli menyusuri batas kawasan rutin dilaksanakan di setiap resort. Setiap personil telah memiliki kemampuan dan wewenang untuk melaksanakan kegiatan pengaman kawasan hutan. Dalam satu tim terdiri dari 3 hingga 7 personil bahkan lebih disesuaikan dengan tujuan pelaksanaan patroli. Tim melaksanakan tugasnya dengan dilengkapi peralatan yang memadai guna mendukung kelengkapan dokumentasi dan keamanan diri selama menjalankan tugas. Tidak sedikit hambatan yang dihadapi selama melaksanakan tugas, penghadangan hingga tindakan anarkis oleh masyarakat pelaku perambahan. Namun itu semua tidak menyurutkan langkah untuk terus menjaga keutuhan hutan demi keseimbangan ekosistem hutan.

Di tahun 2014 ini (Januari – September) telah dilaksanaan operasi gabungan yang melibatkan berbagai pihak di dalamnya. Operasi gabungan bertujuan untuk menindaklanjuti permasalahan kerusakan hutan yang telah terjadi dan masih berlangsung. Operasi ini dilaksanakan bersama jajaran Polri, TNI, Dinas Kehutanan dan pemerintah daerah setempat. Operasi yang telah dilaksanakan sebanyak tiga kali operasi yang dilaksanakan di wilayah Kabupaten Langkat, Kabupaten Aceh Selatan dan Kabupaten Aceh Tenggara.