• Depan
  • › Kategori: Berita
  • › Petugas Tngl Berhasil Meringkus Pencuri Kayu Di Bekancan

Petugas TNGL Berhasil Meringkus Pencuri Kayu di Bekancan

Pencurian Kayu Bekancan_2 (Langkat, Mei 2017) Kerusakan hutan yang marak terjadi di Tahura Bukit Barisan, yang bersebelahan dengan Resort Bekancan SPTN Wil V, BPTN Wil III Stabat telah merambat ke Taman Nasional Gunung Leuser. Hal ini dibuktikan dengan tertangkapnya 3 orang pelaku pencurian kayu pada hari Selasa, 16 Mei 2017 pukul 15.00 WIB.

Pelaku utama berinisial BS warga Desa Telagah, Kec Sei Bingai, Kab Langkat langsung diamankan ke kantor Balai PPHLHK Wil I Sumatera. Selain pelaku diamankan juga barang bukti berupa 1 unit Chainsaw, 1 drigen bahan bakar, 2 balok kayu, dan 1 unit tali. Barang bukti lain yang masih di lapangan berupa kayu gelondongan ±6 gelondong, kayu balok dengan berbagai ukuran, serta 11 tunggak pohon.

Pencurian Kayu BekancanKejadian bermula dari kegiatan smart patrol TNGL yang dipimpin oleh Kepala Resort Bekancan melakukan patroli selama 8 hari. Tim yang berjumlah 7 orang ketika sampai pada batas TN 299 merasa curiga dengan suara aktivitas chainsaw. Tim langsung melakukan penyergapan terhadap saudara B.S yang saat itu sendirian. Kemudian tim berusaha menyergap 4 pelaku lainnya yang tengah melakukan penebangan,  namun keempat pelaku tersebut kabur.  Setelah petugas mengambil dokumentasi kejadian, tersangka B.S dibawa ke kantor Desa Telagah. Selanjutnya dengan dibantu masyarakat, kedua tersangka lainnya pun menyerahkan diri. Berdasarkan hasil pemetaan, lokasi penebangan berada di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Leuser berdekatan dengan Pal TN 299 dimana termasuk di dalam Zona Inti Taman Nasional Gunung Leuser.

Pencurian Kayu Bekancan_3Akibat ulah pelaku tersebut dikenai pasal berlapis yakni Undang-Undang no 41 tahun 1999 tentang Kehutanan Pasal 50 ayat 3 huruf e, dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara dan denda 5 milyar, Undang Undang No 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Kerusakan Hutan  pasal 12 huruf d dan e dan Undang Undang no 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya pasal 33 ayat 1 dan 3.Proses hukum kasus ini dilakukan secara kolaboratif oleh PPNS BBTNGL dengan PPNS dari Balai PPHLHK Wil I Sumatera.

“Kejadian ini sudah dapat diduga. Kita sudah antisipasi dengan memfokuskan smart patrol di lokasi tersebut secara terus menerus. Kita sudah terbitkan nota dinas nomor ND. 489/BPTN-Wil.III/2017 tanggal 14 Maret 2017 perihal Antisipasi Kerusakan Kawasan Resort Bekancan. Agar kerusakan dapat diminimalisir”, ujar Kepala BPTN Wilayah III Stabat, Ardi Andono.

Kerawanan di lokasi tersebut terjadi sebagai dampak adanya jalan tembus Karo-Langkat yang memudahkan para pencuri kayu mengangkut kayu curian secara diam diam. Ditangkapnya para tersangka ini semoga menjadi peringatan agar tak ada lagi aktivitas pencurian kayu di kawasan TNGL.

“Usut tuntas pencurian kayu di areal tersebut demi kelestarian TNGL di masa mendatang”, tegas Ir. Misran, MM Kepala Balai Besar TNGL.

[Teks & foto ©BBTNGL |bbtngl|20052017|]

Berita lainnya