• Depan
  • › Kategori: Berita
  • › Petugas Tngl Bersama Tni, Polri Dan Lsm Lingkungan Musnahkan Akses...

Petugas TNGL bersama TNI, POLRI dan LSM Lingkungan Musnahkan Akses Illegal DI Kawasan TNGL

IMG-20180721-WA0017Tapaktuan –Bidang Pengelolaan Taman Nasional Gunung Leuser Wilayah I Tapaktuan bekerjasama dengan TNI, POLRI dan LSM melakukan pemusnahan jalan illegal dikawasan TN. Gunung Leuser, Desa Ujung Mangki, Kecamatan Bakongan, Kabupaten Aceh Selatan Sabtu, (14/7/18).

IMG-20180721-WA0016Pemusnahan ruas jalan illegal tersebut dikerjakan bersamaan dengan pembuatan canal bloking dan parit tanda batas kawasan TNGL dengan masyarakat sekitarnya. Hal itu perlu dilakukan sebagai upaya perlindungan kawasan yang didominasi oleh ekosistem rawa, khususnya terhadap populasi dan habitat tumbuhan dan satwa liarnya dari gangguan tindak pidana kehutanan seperti illegal logging, perburuan satwa lindung dan perambahan.

IMG-20180721-WA0010Disamping itu canal blocking yang dibuat diharapkan dapat mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di masa mendatang. Canal bloking selain sebagai sekat bakar juga dapat mengembalikan fungsi kawasan gambut sebagai daerah resapan air, pengendalian banjir di musim hujan dan menjadi sumber air disaat terjadinya karhutla di musim kemarau.

IMG-20180721-WA0007Berdasarkan ketentuan peraturan Undang – undang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakanan Hutan (P3H) Nomor : 18 Tahun 2013 tentang kehutanan menegaskan bahwa, ”tidak dibenarkan adanya penggunaan kawasan hutan secara tidak sah” apalagi ini di dalam kawasan hutan konservasi TN. Gunung Leuser. Demikian juga dengan UU nomor 5 tahun 1990 Pasal 33 ayat (3) yaitu, Setiap orang dilarang melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan fungsi zona pemanfaatan dan zona lain dari taman nasional, taman hutan raya, dan taman wisata alam. Atas dasar itulah akses illegal tersebut dimusnahkan.

IMG-20180721-WA0015Pekerjaan lapangan dilakukan dengan menggunakan alat berat berupa 1 unit alat berat/ beko. Tahap awal pekerjaan adalah pemusnahan jalan illegal dengan ukuran panjang ± 700 meter dengan lebar ± 5 meter dengan cara menggali dan atau membuat lubang jalan sebanyak 4 titik dengan lebar dan kedalaman parit antara 3 sd 5 m. Selanjutnya pekerjaan pembuatan canal bloking sepanjang ± 700 meter mengitari kawasan lindung yang terdiri dari 4 titik, masing–masing titik diperkirakan jaraknya yaitu sekitar ± 200 meter dengan lebar 5 meter. Sedangkan tahap akhir kegiatan adalah pembuatan parit tanda batas TN. Gunung Leuser sepanjang ± 700 meter. Kendala capaian kerja alat berat, di karenakan kondisi lapangan berupa rawa gambut dan minimnya pendanaan (19/7).

IMG-20180721-WA0009Secara terpisah Kepala BPTN Wilayah I Tapaktuan Buana Darmansyah, S.Hut.T menyatakan dengan adanya kegiatan tersebut kegiatan Tipihut dalam kawasan TNGL dapat berkurang dan mudah-mudahan terhenti. “Parit yang dibuat sebagai batas diharapkan dapat berdampak langsung terhadap kelestarian kawasan TNGL wilayah Aceh Selatan dan menjawab persoalan batas antara kawasan TNGL dengan masyarakat”, pungkasnya.

[teks&foto ©bptn1tapaktuan|21072018|efa wahyuni]

 

Berita lainnya