• Depan
  • › Kategori: Berita
  • › Polres Aceh Selatan Ringkus Penadah Kulit Harimau

Polres Aceh Selatan Ringkus Penadah Kulit Harimau

IMG-20180723-WA0007Tapaktuan – Kepolisian Resort Aceh Selatan berhasil meringkus dua orang penadah kulit Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae). Keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polres Aceh Selatan. Sementara 1 orang lagi masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) dan sedang dalam pengejaran. Penangkapan terhadap kedua orang tersangka dilakukan di Kandang, Kecamatan Kluet Selatan, Aceh Selatan Sabtu, (14/7/18).

Konferensi pers perkembangan terhadap kasus pembunuhan Harimau Sumatera berlangsung di Aula Mapolres Aceh Selatan Senin, (23/7/18) siang. Agenda dipimpin Kapolres Aceh Selatan AKBP Dedy Sadsono, ST. Kepala SPTN Wilayah II Kluet Utara Teuku Irmansyah, S.Hut.T turut hadir bersama LSM Lingkungan dan awak media.

IMG-20180723-WA0008Dalam kesempatan tersebut Kapolres menyampaikan bahwa 2 orang yang ditetapkan sebagai tersangka berinisial SB dan SK, merupakan warga Desa Mendilam, Kecamatan Rundeng, Pemerintahan Kota Subullussalam, Aceh. Sedangkan 1 orang lagi belum diketahui inisialnya (masih dalam pengembangan kasus).

IMG-20180723-WA0016Barang bukti yang diamankan yaitu Kulit Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) dalam kondisi utuh. Diperkirakan kulit berasal dari Harimau Sumatera berjenis kelamin jantan dengan usia ± 10 tahun. Panjang badan mencapai ± 2,5 Meter dan tinggi ± 1 meter.

IMG-20180723-WA0006Menurut Teuku Irmansyah, S.Hut, “kasus pembunuhan Harimau Sumatera ini perlu perhatian dari berbagai pihak, terlepas dari hal itu KLHK berkewajiban menyelesaikan kasus ini sampai tuntas. Akan kita kawal”.

“Harimau Sumatera adalah salah satu hewan liar yang dilindungi Undang – undang Nomor : 5 Tahun 1990 tentang KSDAE. Bahkan daripada itu satwa lindung ini masuk didalam daftar list appendix 1 CITES artinya status konservasinya terancam punah”, pungkasnya.

Penanganan kasus perdagangan satwa harimau ini bisa dianggap kado dari Polres Aceh Selatan dalam rangka menyambut Hari Harimau sedunia (Global Tiger Day). Bentuk kepedulian, perhatian dan komitmen ini layak disambut hangat. Tentu saja akan lebih spesial jika satwa kharismatik ini bisa hidup aman di hutan tanpa gangguan. Semoga.

Penulis : Efa Wahyuni (Petugas BPTN Wil I Tapaktuan)
Foto : Ulul Azmi (Petugas BPTN Wil I Tapaktuan).

Berita lainnya