• Depan
  • › Kategori: Berita
  • › Relokasi “inul” Ke Tn Gunung Leuser

Relokasi “Inul” ke TN Gunung Leuser

rilis orangutan(Langkat, Oktober 2017) Petugas Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser, Balai Besar KSDA Sumatera Utara, dan Orangutan Information Center berhasil merelokasi seekor orangutan betina yang terisolasi di perkebunan Sawit PT. Prima, Desa Sei Serdang, Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat (20/10). Upaya relokasi ini perlu dilakukan mengingat orangutan tersebut tidak dapat kembali ke kawasan TN Gunung Leuser karena sekelilingnya telah dikonversi hutan sawit yang baru ditanam.

rilis orangutan 4Orangutan betina yang diberi nama INUL tersebut diperkirakan berumur 25 tahun dalam keadaan sehat, tidak ada cacat maupun luka bekas tembakan senapan angin. Inul ditangkap dengan menggunakan bius dan jaring. Medan yang berat dan kondisi orangutan yang sangat liar menyebabkan proses penangkapan cukup memakan waktu yang lama kurang lebih 4 jam. Setelah dinyatakan sehat oleh dokter hewan OIC, Inul pun direlokasi ke Resort Cinta Raja, Seksi VI, Bidang PTN Wil III Stabat.

rilis orangutan 3Orangutan Sumatera (Pongo abelii Lesson, 1827) merupakan satwa dilindungi yang berstatus Critically Endangered dalam International Union for Conservation of Nature (IUCN) Red List. Salah satu ancaman terbesar saat ini adalah orangutan yang berada di luar hutan konservasi dan terisolir karena adanya konversi hutan produksi atau kebun sawit. Dampak dari terisolasinya orangutan dapat menyebabkan konflik dengan masyarakat yang berujung pada kematian orangutan. Setidaknya sejak 2017, TNGL sudah menjadi areal relokasi bagi 3 ekor orangutan. Salah satu diantaranya orangutan yang buta akibat peluru senapan angin orang yang tidak bertanggungjawab.

rilis orangutan 2Taman Nasional Gunung Leuser adalah salah satu tempat relokasi terbaik saat ini di Sumatera Utara dengan tutupan lahan dan tumbuhan alami yang baik sebagai pakan orangutan. Dengan smart patrol yang rutin dilakukan oleh petugas BBTNGL dan mitra kawasan terjaga dari tindak kejahatan bidang kehutanan utama perburuan satwa. “Namun tidak mungkin menyelamatkan orangutan menadi tugas kami saja. Kami menghimbau seluruh masyarakat dan pihak-pihak terkait untuk membantu, peduli, dan mendukung. Minimal dengan tidak memelihara, membeli, maupun memburu orangutan”, ujar Kepala BPTN Wilayah III Stabat, Ardi Andono.

[teks & foto ©bbtngl | 241017]

Berita lainnya