• Depan
  • › Kategori: Berita
  • › Seekor Anak Gajah Liar Diselamatkan Kembali Ke Tngl

Seekor Anak Gajah Liar Diselamatkan Kembali Ke TNGL

jejak kaki anak gajah(April, 2017) Seekor anak gajah liar berusia 3,5 tahun berhasil diselamatkan dan digiring ke kelompoknya di kawasan TNGL. Kemungkinan anak gajah tersebut tidak beranjak dari kebun sawit milik PT. Perkebunan Inti Sawit Subur (PT. PISS) selama 3 hari. Hal ini terjadi karena si anak gajah enggan meninggalkan jasad induknya yang telah mati. Posisi ditemukan gajah mati

Sang induk ditemukan mati di areal perkebunan PT PISS Desa Mekar Makmur, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat. Laporan ini diterima Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah III Stabat dari Kadus Dusun Pancasila pada Selasa, 18 April 2017 jam 17.30 WIB.

“Tim CRU Tangkahan dikirim untuk mengecek kondisi anak gajah dan melakukan upaya pengamanan lokasi. Kami pun berkoordinasi dengan BBKSDA Sumut, VESSWIC, YOSL-OIC dan WCS untuk upaya nekropsi terhadap induk gajah yang mati.” tutur Ardi Andono. kotoran gajah di areal perkebunan

Rabu, 19 April 2017 pukul 12.00 WIB, Tim CRU Tangkahan berhasil melakukan penggiringan anak gajah masuk ke dalam kawasan hutan TNGL dan bergabung dengan kelompok gajah liar. Usia anak gajah diperkirakan 3,5 tahun dengan tinggi punggung sekitar 1,5 meter. “Anak gajah kemungkinan besar bisa survive bila sudah kembali bersama kelompoknya”, jelas tim CRU Tangkahan.

lubang kuburan gajah

Dibantu dokter hewan dari Vesswic drh. Nurhafny dan dari OIC drh. Riko Laino Jaya, dilakukan visum dan proses nekropsi terhadap induk gajah yang mati. Berdasarkan hasil nekropsi, usus besar induk gajah terlihat mengalami pendarahan dan bagian hati mengalami memar dan biru.

IMG-20170421-WA0020Setelah proses nekropsi selesai, jasad gajah yang diperkirakan mati sejak 3 hari lalu dikuburkan di areal tersebut. Lokasi matinya gajah berjarak 1,5 km dari TNGL berdekatan dengan pal TN.606 dimana sebelumnya pada bulan Desember 2016 pernah dilakukan rescue terhadap 2 ekor gajah yang terluka kakinya akibat pemasangan sling /jerat gajah.

Gajah Sumatera (Elephas maximux sumatranus) sekarang ini termasuk ke dalam satwa terancam punah (critically indangered). Di Indonesia satwa yang beratnya bisa mencapai 6 ton ini masuk dalam satwa dilindungi menurut Undang-Undang No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistem.

[Teks ©BBTNGL foto ©Ardi Andono |bbtngl|21042017|]

Berita lainnya