Mitra

KEMITRAAN TNGL

Kemitraan mutipihak menjadi sesuatu yang sangat penting bagi TNGL karena beberapa alasan logis antara lain adalah bahwa : (1) pemerintah memiliki sumberdaya (dana, keahlian, sarana dan prasarana) yang terbatas dan semakin terbatas. Sementara itu, persoalan pengelolaan TNGL semakin kompleks baik ditinjau dari segi besarannya maupun para pihak yang terlibat, (2) Para mitra memilki akses pendanaan, jaringan kepakaran, dan pengalaman yang luas dan mendalam. Dalam hal TNGL misalnya, Yayasan Leuser International (YLI) yang telah bekerja selama 7 tahun di Ekosistem Leuser maupun di TNGL memiliki data dan informasi serta jaringan kepakaran yang luas. Demikian pula dengan beberapa LSM yang telah bekerja lama di Sumatera Utara maupun di beberapa kabupaten di sekitar TNGL, yang jelas telah memiliki komitmen yang kuat untuk upaya pelestarian lingkungan.

Namun demikian, dalam pengembangan kemitraan antara TNGL dengan para pihak bukanlah hal yang mudah. Banyak kendala yang seharusnya dapat dipecahkan secara bersama-sama. Berbagai persoalan tersebut disebabkan oleh hal-hal, antara lain : (1) perbedaan visi dan atau titik pandang maupun prioritas dalam merencanakan dan melakukan berbagai kegiatan maupun program, hal ini seringkali disebabkan oleh tidak disusunnya “Agenda Bersama” yang diwujudkan dalam perencanaan yang disusun secara sinergis, (2) konflik-konflik di tingkat lapangan yang disebabkan oleh kurangnya komunikasi dan atau tidak jelasnya pola-pola kerjasama yang dibangun, (3) monitoring dan evaluasi bersama seringkali tidak dilakukan yang disebabkan oleh kesibukan masing-masing, sehingga pembelajaran bersama tidak sempat (pernah) dilakukan.*** (Sumber: Renstra TNGL)

Mitra Kerja TNGL: