Tentang Kami

Sejarah
Historis lahirnya Taman Nasional Gunung Leuser berawal pada tahun 1920-an atau zaman Pemerintah Kolonial Belanda, melalui serangkaian proses penelitian dan ekplorasi seorang ahli geologi Belanda bernama F.C. Van Heurn di Aceh. Dalam perkembangannya muncul inisiasi positif yang didukung para tokoh masyarakat untuk mendesak Pemerintah Kolonial Belanda agar memberikan status kawasan konservasi (Wildlife Sanctuary) dan status perlindungan terhadap kawasan yang terbentang dari Singkil (pada hulu Sungai Simpang Kiri) di bagian selatan, sepanjang Bukit Barisan, ke arah lembah Sungai Tripa dan Rawa Pantai Meulaboh, di bagian utara.

Struktur Organisasi
Struktur organisasi pengelolaan TNGL saat ini merujuk kepada Peraturan Menteri Kehutanan No. P.03/Menhut-II/2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Besar Taman Nasional. Balai Besar TNGL yang merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal PHKA dipimpin oleh seorang Kepala Balai Besar (Eselon IIb) dibantu oleh 5 (lima) Eselon IIIb dan 11 (sebelas) Eselon IVb, dengan bagan organisasi sebagai berikut.

Struktur Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser

Struktur Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser