• Depan
  • › Kategori: Berita
  • › Tim Gabungan Evakuasi Orangutan Sumatera Dari Warga Gampong Paya, Blang...

Tim Gabungan Evakuasi Orangutan Sumatera dari Warga Gampong Paya, Blang Pidie

penyitaan orangutan 3(Blang Pidie, Januari 2019) Tim gabungan Balai Besar TNGL, BKSDA Aceh, Polres Aceh Barat Daya dan YOSL-OIC melakukan pemeriksaan dan penyelamatan seekor orangutan sumatera (Pongo abelii) dari warga Gampong Paya, kecamatan Manggeng, Aceh Barat Daya pada Selasa (22/1).

Kegiatan ini berawal dari laporan masyarakat kepada A. Suandi Selian, Polhut Balai Besar TNGL wilayah SPTN I Blang Pidie yang sedang melaksanakan kegiatan patroli pada Jumat sore (19/1). Setelah dilakukan koordinasi dengan BKSDA Aceh, Polres Abdya dan YOSL-OIC, tim gabungan menjemput salah satu satwa kebanggaan Indonesia ini pada Selasa (22/1) jam 12.45 wib.

penyitaan orangutanSatwa liar yang dilindungi undang-undang ini diperkirakan berusia 2 tahun. Saat dijemput petugas, satwa yang memiliki kemiripan DNA dengan manusia ini berada di dalam kandang ayam.

Kepada petugas, warga mengaku tidak mengetahui jika satwa yang ia pelihara dilindungi oleh undang-undang. Tindakan persuasif pun dilakukan. Setelah mendapat himbauan dan penjelasan hukum, pelaku bersedia menyerahkan orangutan dan membuat surat pernyataan untuk tidak melakukan tindakan yang sama di kemudian hari.

penyitaan orangutan2sita OUSetelah dilakukan pemeriksaan, orangutan jantan yang telah jinak dan terbiasa makan makanan manusia ini dibawa ke Pusat Karantina Orangutan Sumatera di desa Batu Mbelin, Sibolangit, Sumatera Utara dan tiba pada Rabu pagi (23/1).

“Iya, perlu dilakukan karantina untuk mengembalikan sifat liar dan memantau kesehatannya. Setelah dinyatakan sehat dan sifat liarnya kembali, orangutan akan dilepasliarkan ke habitat alaminya”, jelas tim medis YOSL-OIC.

Orangutan Sumatera termasuk satwa yang dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi.

Dalam pasal 21 ayat 2 huruf a, Undang Undang No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya disebutkan bahwa setiap orang dilarang untuk menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup.

 [teks&foto@bbtngl @A.Suandi Selian| 23012019|]

Berita lainnya