• Depan
  • › Kategori: Berita
  • › Workshop Rasionalisasi Dan Optimalisasi Pengelolaan Tn Gunung Leuser...

Workshop Rasionalisasi dan Optimalisasi Pengelolaan TN Gunung Leuser Berbasis Resort

DSCF0071(Berastagi, 30 September 2017) Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser didukung oleh UNDP- GEF Sumatran Tiger dan The Wildlife Conservation Society – Indonesia Program (WCS-IP) menggelar Workshop Rasionalisasi dan Optimalisasi Pengelolaan Berbasis Resort di TN Gunung Leuser. Agenda yang dihelat di hotel Rudang, Berastagi ini diselenggarakan selama 2 hari yaitu 29-30 September 2017.

Workshop melibatkan sebanyak 64 peserta yang terdiri dari seluruh pejabat struktural lingkup Balai Besar TN Gunung Leuser, tim teknis(fasilitator), 31 orang Kepala Resort dan 3 Kepala Stasiun (Penelitian/ Pengamatan/ Pembinaan Populasi).

DSCF0103Workshop dibuka secara resmi oleh Kepala Balai Besar TNGL. Pada kesempatan tersebut, Ir. Misran, MM. berkenalan dengan seluruh kepala Resort yang hadir. “Yang paling berkepentingan dan tau bagaimana melestarikan TN Gunung Leuser ya kita semua disini”, ujarnya. Kepala Resort pun antusias  melontarkan pertanyaan dan curhatan dari lapangan.

DSCF0109DSCF0107Hari pertama, workshop diisi dengan Fokus Group Diskusi (FGD) pembahasan perkembangan implementasi RBM di TN Gunung Leuser. Arahan teknis disampaikan oleh fasilitator workshop dari WCS-IP, Muslich. Setiap grup diskusi dibantu oleh fasilitator teknis Balai Besar TN Gunung Leuser yang juga merupakan koordinator spesies satwa kunci.  Diskusi berlangsung alot hingga malam hari. Peserta terlihat bersemangat menuangkan ide dan pemikirannya.

DSCF0390Hari kedua, FGD dilanjutkan berdasarkan Seksi Pengelolaan Taman Nasional. Hal yang dibahas terkait profil Resort, rencana rasionalisasi resort dan paparannya. Agenda berlangsung hingga sore hari. Dalam diskusi pleno, semua masukan dicatat untuk tindak lanjut agenda ke depan. “Kegiatan ini bukan tahapan terakhir. Masih ada tahapan-tahapan selanjutnya yang akan kita gelar.”, usar Rinaldo, Kepala Seksi Perencanaan, Perlindungan dan Pengawetan.

Muslich menilai workshop yang diselenggarakan berhasil sesuai yang diinginkan. “Bahan untuk profil resort dan usulan rencana rasionalisasi resort telah kita peroleh. Selanjutnya akan diolah dan dianalisis oleh tim Teknis Balai Besar TNGL dan WCS-IP sebagai bahan untuk tahapan selanjutnya”, jelasnya. Workshop pun ditutup secara resmi oleh Kepala Bidang Teknis Konservasi, Rahmad Saleh.

[teks&foto ©bbtngl | 02102017]

Berita lainnya