Suaq Belimbing merupakan bagian dari hutan rawa gambut Kluet. Terletak di wilayah pantai barat selatan Aceh.

Berdasarkan administrasi pengelolaan Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL) berada dalam lingkup SPTN Wilayah II Kluet Utara, BPTN Wilayah I Tapaktuan.

Perjalanan menuju Stasiun Penelitian Suaq Belimbing dapat ditempuh melalui dua jalur pintu masuk yaitu jalur darat dari Desa Indra Damai dan jalur sungai dari Desa Pasie Lembang, Kecamatan Kluet Selatan, Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh, Indonesia.

Jalur darat merupakan jalan alternatif, rutin dilalui Petugas TN. Gunung Leuser beserta Asisten Peneliti saat menjalankan tugas di Stasiun Penelitian Suaq Belimbing. Di musim penghujan jalan makadam ini hancur (ekstrim) serta sulit dilalui, tak jarang pengguna jalan sesekali tergelincir dan jatuh di bahu jalan. Sungguh suatu kenangan yang begitu menggoda. Meski demikian tidaklah menyurutkan semangat menjalankan tugas negara yang sedang diemban.

Waktu tempuh perjalanan dari Desa Indra Damai ke Stasiun, memakan waktu kurang lebih sekitar 30 menit dengan menggunakan sepeda motor. Sedangkan jalur sungai dari Desa Pasie Lembang memakan waktu tempuh kurang lebih 2 jam dengan menggunakan perahu mesin (speed boot) mengitari Krueng Lembang.

Sebelum masuk Kawasan TN. Gunung Leuser pastikan secara administrasi kita sudah mengantongi surat ijin masuk Kawasan Hutan Konservasi (simaksi) dari instansi terkait yaitu Balai Besar TN. Gunung Leuser.

Manager Stasiun Penelitian Suaq Belimbing, Arif Saifudin, S.Si., mengatakan bahwa tingkat kepadatan populasi Orangutan Sumatera di Suaq Belimbing cukup tinggi antara 5 - 10 individu per 100 ha.

"Keberadaan Orangutan Sumatera ini tentunya memiliki daya tarik tersendiri bagi peneliti lokal maupun asing dalam penyelesaian tugas akhir perkuliahan mereka".

Data menunjukkan bahwa hampir seratusan lebih Orangutan Sumatera telah teridentifikasi di Suaq Belimbing seperti ; Qewin, Isloe, Rakus, Eli, Eden, Emen dan lainnya.

Tambahnya, untuk menemukan Orangutan Sumatera di blok transek penelitian tersebut sangat mudah. Apalagi saat pohon pakan sedang mengalami musim berbuah Orangutan tampak nyaman bergelantungan dan bermain di ujung dahan atau ranting pohon dengan ketinggian antara 5 - 15 meter dari lantai hutan.

"Jenis pakan yang di sukai Orangutan Sumatera diantaranya Malaka, Cemengang, Puin, Pala Hutan Kecil, Ubar, pakam dan masih banyak jenis lainnya. Keragaman jenis pohon pakan ini laksana taman surga bagi Orangutan Sumatera di habitat alaminya".

Lanjutnya, pengelolaan Stasiun Penelitian Suaq Belimbing selama ini dilakukan secara kolaboratif. Lembaga mitra yang aktif dan eksis dilapangan yaitu Yayasan Ekosistem Lestari (YEL) berkerjasama dengan Balai Besar TN. Gunung Leuser             ( BBTNGL) jelasnya (EW)

.

[Tek - Foto : Efawahyuni PPNPN BBTNGL].