Upaya pengelolaan di Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) membutuhkan basis data ilmiah yang disediakan oleh kegiatan penelitian sebagai dasar pengelolaan kawasan. Melalui penelitian, kita dapat memahami kondisi hidupan liar dan habitatnya, ancaman di dalam kawasan, serta kondisi sosial-ekonomi masyarakat sekitar kawasan. Oleh karena itu, artikel ini akan mengulas tentang penelitian di TNGL dalam dekade terakhir untuk mengidentifikasi pengetahuan yang telah terhimpun dan menyusun rekomendasi penelitian ke depan. 

Pengumpulan publikasi penelitian

Pendataan penelitian dilakukan dengan mengumpulkan publikasi ilmiah (artikel ilmiah, skripsi, tesis, disertasi, laporan, dan buku) penelitian di TNGL menggunakan Google Scholar. Kata kunci “Gunung Leuser” digunakan untuk membantu pencarian pada periode 1 Januari 2010 hingga 5 April 2019. 

Penelitian di TNGL

Sebanyak 114 publikasi penelitian berhasil didata dengan rincian 75 publikasi artikel ilmiah, 33 skripsi, 5 tesis-disertasi, dan 1 laporan. Secara umum, kegiatan penelitian di TNGL berfokus pada pendataan informasi ekologi seperti keanekaragaman hayati, bioekologi, perilaku, populasi, dan habitat satwa beserta tumbuhan dan informasi sosial seperti sosial-ekonomi masyarakat sekitar kawasan. 

Selama periode 2010-2018 (tidak termasuk 2019), rerata publikasi penelitian TNGL per tahunnya adalah 12,33 publikasi. Berdasarkan Gambar 1, terlihat bahwa tipe artikel ilmiah mendominasi publikasi, disusul oleh skripsi. Jika merujuk pada waktu publikasi, 2018 merupakan tahun yang paling produktif karena banyaknya skripsi sarjana yang diterbitkan.  


Gambar 1. Jumlah publikasi per tahun berdasarkan jenis. Publikasi tahun 2019 terbatas hingga bulan April.

Penjabaran dari Gambar 2 menunjukkan bahwa mamalia merupakan kelompok taksa yang paling banyak diteliti, disusul oleh subjek penelitian masyarakat/lembaga dan tumbuhan. Kelompok taksa lainnya seperti burung, serangga, dan ikan memiliki jumlah publikasi yang terbatas dan terpaut cukup jauh dari ketiga kelompok teratas. Lebih lanjut, jenis orangutan merupakan jenis mamalia yang paling banyak diteliti (32 publikasi; Gambar 3) dibanding satwa lainnya. Sementara untuk tumbuhan, tidak ada jenis yang mendominasi publikasi.


Gambar 2. Persentase publikasi penelitian berdasarkan subjek penelitian (kelompok taksa untuk satwa, tumbuhan, dan mikroba).

Gambar 3. Perbandingan persentase jumlah publikasi berdasarkan jenis satwa (N=49) yang masuk dalam kelompok mamalia.

Publikasi penelitian TNGL mencangkup beragam topik (Tabel 1). Penelitian perilaku umumnya dilakukan pada kelompok satwa primata khususnya orangutan (perilaku makan dan bergerak). Penelitian sosial-ekonomi hampir seluruhnya terkait ekowisata di desa/komunitas sekitar kawasan taman nasional. Untuk topik populasi, keanekaragaman, dan habitat dilakukan merata pada kelompok taksa satwa, tumbuhan, hingga mikroba. Sementara topik hutan dan tutupan lahan mencangkup penelitian struktur hutan, cadangan karbon, dan analisis perubahan tutupan lahan. 

Tabel 1. Topik publikasi penelitian TNGL dalam 10 tahun terakhir. 

Rekomendasi penelitian ke depan

Hasil ulasan publikasi di atas menunjukkan peran TNGL sebagai pusat penelitian untuk topik bioekologi hidupan liar dan sosial masyarakat di ekosistem hutan tropis. Melalui ulasan ini, kita dapat mengetahui tren penelitian terkini di TNGL dan kebutuhan pengisian kesenjangan informasi ke depannya. 

Untuk penelitian satwa, sebagian besar publikasi berfokus pada bioekologi dan perilaku orangutan. Publikasi untuk jenis satwa lainnya masihlah terbatas, bahkan untuk satwa prioritas terancam punah seperti harimau (1 publikasi), gajah (4), dan badak sumatera (2). Keberadaan stasiun penelitian dan konservasi seperti Ketambe dan Bukit Lawang memiliki peran dalam memfasilitasi penelitian orangutan karena banyaknya penelitian terdahulu dan akses terhadap orangutan yang relatif lebih mudah (orangutan terhabituasi atau sudah terpetakan sebarannya). Penelitian mengenai populasi satwa liar (kepadatan dan tingkat hunian) juga terbatas, sementara informasi ini penting untuk evaluasi intervensi konservasi yang telah berlangsung, misalnya apakah terdapat peningkatan populasi satwa kunci pasca patrol perlindungan?

Terkait penelitian tumbuhan, topik yang umum dipelajari adalah keanekaragaman jenis, struktur komunitas (keanekaragaman, distribusi, dan kelimpahan), dan genetiknya. Informasi populasi tumbuhan seperti halnya satwa liar masih terbatas dan topik bioprospek (potensi pemanfaatan tumbuhan untuk obat, pangan, dan lainnya) perlu terus digali mengingat tingginya keanekaragaman tumbuhan di TNGL beserta potensinya. 

Mengenai penelitian masyarakat/lembaga, hampir seluruh publikasi mengambil topik pengembangan ekowisata. Popularitas ekowisata sebagai alternatif pendapatan masyarakat sekitar kawasan semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir dan melatarbelakangi banyaknya penelitian di topik ini. Tidak kalah penting ke depannya adalah penggalian informasi sosial (contoh: kesadaran, sikap, perilaku) masyarakat lokal terkait hidupan liar dan hutan. Informasi ini dapat menjadi dasar untuk strategi kampanye penyadartahuan serta pelibatan aktif masyarakat dalam program konservasi. 


Penulis : Ardiantiono, University of Kent (2021)