(Medan, April 2013). Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser mengusung visi TNGL Lestari dan Penyangga Pembangunan Berkelanjutan 2029 dengan misi meningkatkan kapasitas dan kompetensi staf dalam rangka meningkatkan efektivitas pengelolaan; memantapkan legalitas batas kawasan yang disepakati dan diakui para pihak; mempercepat penataan kawasan dan pengelolaan kawasan berbasis resort serta pengawetan keanekaragaman hayati dan ekosistemnya; mengoptimalkan pemanfaatan kawasan sesuai dengan potensinya secara lestari dan meningkatkan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat dalam membantu pengelolaan Taman Nasional Gunung Leuser yang adil dan bertanggung jawab.

Dalam mewujudkan visi dan misinya itu, Balai Besar TNGL membangun kemitraan pengelolaan dan jejaring kerja dengan berbagai stakeholder terkait seperti instansi pemerintah daerah, NGO/LSM, perguruan tinggi, serta kelompok masyarakat di sekitar kawasan.

penandatanganan MoU

Setelah Desember 2012 lalu, Balai Besar TNGL menandatangani nota kesepahaman kerjasama dengan Yayasan Leuser Internasional (YLI) Indonesia terkait dengan Program Perlindungan Badak Sumatera (Dicerorhinus Sumatrensis) dan Program Restorasi Kawasan Konservasi di Taman Nasional Gunung Leuser, pada Pebruari 2013 penandatanganan nota kesepahaman juga dilakukan dengan The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) . “Kerjasama dengan UNESCO akan berlangsung selama 2(dua) tahun dalam bidang peningkatan kapasitas dalam perlindungan dan pengawetan biodiversitas di TNGL”, jelas Dodi Sumardi Kasubbag Perencanaan dan Kerjasama Balai Besar TNGL. Selanjutnya dikatakan bahwa Perjanjian kerjasama dengan Unesco ditandatangani Hubert J. Gijzen selaku Director Unesco Office Jakarta dan Drs. Andi Basrul-Kepala Balai Besar TNGL.

Tak lama kemudian Maret 2013 Wildlife Conservation Society Indonesia Program (WCS-IP) juga mengkomunikasikan dukungannya terhadap pengelolaan TNGL dengan menandatangani nota kesepahaman dengan Balai Besar TNGL terkait bidang konservasi hidupan liar dan habitatnya. Kerjasama akan berlangsung sampai Oktober 2014 ini meliputi Perjanjian ditandatangani oleh Country Director WCS-IP, DR.Noviar Andayani dan Kepala Balai Besar TNGL, Drs.Andi Basrul.

Dan, 11 April 2013 lalu Direktorat Reserse Kriminal Khusus -Polda Aceh dan Balai Besar TNGL telah menandatangani kesepakatan dalam Pengamanan Hutan di kawasan TNGL wilayah Provinsi Aceh. Nota kesepahaman ditandatangani Kepala Balai Besar TNGL Drs.Andi Basrul dan Komisaris Besar Polisi Drs. Mulyana Hardjo, M.Sc.

Semoga kerjasama yang telah terjalin dapat dilaksanakan sesuai rencana dan harapan demi pengelolaan Taman Nasional Gunung Leuser yang lestari. Karena kelestarian hutan adalah tanggungjawab kita bersama. (red.)

Dokumentasi Penandatanganan Nota Kesepahaman BBTNGL dan Mitra

 

Category
Tags

Comments are closed

Masukkan alamat email:



Artikel Terkini

Berita Terkini

Locations of Site Visitors
Archives
Categories