Letak administrasi:

Lokasi ekowisata Batu Katak terletak di Dusun Batu Katak Desa BatuJongjong Kecamatan Bohorok, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara. Secara pengelolaan, kawasan ini terletak di Resor Bukit Lawang SPTN Wilayah V Bohorok,  BPTN Wilayah III Stabat.

Koordinat:

03° 26’ 46,6’’ LU dan 098° 08’ 55,9’’ BT

Aksesibilitas:

Bandara Kuala Namu – Medan – Terminal Pinang Baris – Pasar Bohorok – Batu Katak

Moda transportasi:

  1. Tersedia bus angkutan umum di terminal Pinang Baris (Medan) jurusan Bukit Lawang. Anda bisa turun di Pekan/Pasar Bohorok kemudian dilanjutkan dengan naik ojek/RBT dari Pekan Bohorok menuju Dusun Batu Katak. Perjalanan dari Medan-Batu Katak sekitar  3 – 4 jam.
  2. Sewa/rental mobil dari Kuala Namu International Airport melalui biro travel.

Kondisi Fisik:

Kawasan wisata alam Batu Katak masih memiliki hutan yang cukup baik karena sebagian besar hutan yang ada di kawasan wisata alam ini masih merupakan hutan primer. Kondisi umum kelerengan kawasan ekowisata didominasi oleh topografi yang landai, berbukit hingga curam. Wilayah dengan topografi datar dan landai sebahagian besar terletak di dekat perbatasan permukiman penduduk.

Kawasan SPTN Wilayah V Bohorok berada pada ketinggian 100-700 mdpl, mempunyai topografi berbukit-bukit hingga sangat curam, sedangkan topografi datar dapat dikatakan cukup sedikit. Jenis tanah pada kawasan hutan terdiri dari jenis tanah kompleks podsolik merah kuning, latosol, litosol dan kompleks podsolik coklat. Kawasan ini terletak di kaki bukit (zone ketiga). Bila dilihat dari pengelompokan Daerah Aliran Sungai (DAS), maka kawasan SPTN Wilayah V Bohorok termasuk ke dalam daerah wilayah DAS Sungai Wampu. Sungai-sungai yang ada di sekitar kawasan ini yaitu: Alur Jamur Batu, Sungai Gambir, Sungai Batu Garut, Sungai Landak, Sungai Kerikit, Sungai Bungara yang kesemuanya mengalir ke Sungai Bohorok. Morfologi Sungai Bohorok di Bukit Lawang adalah river braided, yaitu sungai yang bercabang-cabang dengan pasir gosong yang berada antara cabang-cabang sungai tersebut. Jenis material sungai berupa pasir, kerikil dan bebatuan keras/rapuh. Sifat morfologi sungai braided dinamis, pada kondisi alamiah dapat berubah lokasi arus utamanya.

Suhu rata-rata kawasan wisata alam Bukit Lawang 21,1ºC – 27,5 ºC. Kelembaban nisbi 80 – 100 %. Musim hujan merata sepanjang tahun tanpa musim kering yang berarti dengan curah hujan rata-rata 2000 – 3200 mm per tahun. Berdasarkan klasifikasi Schmidt dan Ferguson dalam Guslim (1997), kawasan ini bertipe Iklim B dengan melihat perbandingan antara bulan kering (dengan curah hujan kurang dari 60 mm) dan bulan basah (curah hujan lebih dari 100 mm). Suhu udara rata – rata di kawasan ini antara 21,1˚C – 27,5˚C dengan kelembapan nisbi antara 80 – 100 %. Musim hujan merata sepanjang tahun tanpa mengalami musim kering yang berarti dengan curah hujan rata – rata 2.000 – 3.200 mm/ tahun.

Kondisi Ekologi:

Kawasan SPTN Wilayah V Bohorok merupakan kawasan hutan tropis yang sangat luas di TNGL. Kawasan ini merupakan habitat alami dari berbagai jenis satwa liar yang memiliki wilayah jelajah tertentu. Kawasan ini memiliki keanekaragaman flora dan fauna yang sangat tinggi, sebagian besar merupakan hutan hujan tropis mulai dari hutan primer Dipterocarpaceae dan hutan primer campuran. Kawasan ini secara umum didominasi oleh tumbuhan dari famili Dipterocarpaceae, Meliaceae, Burseracea, Euphorbiacae, dan Myrtaceae. Pohon-pohon besar dengan diameter di atas 1 meter (di antaranya adalah pohon kayu jeni damar, meranti, dan kayu raja) masih didapatkan pada jalur-jalur yang relatif mudah dicapai. Memiliki 3 (tiga) spesies primata seperti orangutan sumatera (Pongo pygmaeus abelli), monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), kedih (Prisbytis sp.), dapat dengan mudah ditemui pada saat jelalah rimba. Sedangkan siamang (Hylobates syndactilus),white handed gibbon (Hylobates lar), dan beruk (Macaca nemestrina) dapat dilihat pada waktu dan lokasi tertentu saja. Fauna lainnya adalah burung rangkong (Buceros rhinoceros), srigunting batu (Dicrurus paradiceus), elang (Haliartus sp). Terdapat potensi flora terbesar di dunia yaitu bunga bangkai (Amorphophalus titanium) dan Raffelisia (Rafflesia sp). Selain itu terdapat potensi goa karst (kapur) di daerah ini.

Kondisi Sosial, Ekonomi dan Budaya:

Masyarakat Dusun Batu Katak mayoritas adalah suku Karo yang mempunyai mata pencaharian bertani dan berkebun. Wisatawan umumnya tertarik menyaksikan pesta perkawinan dengan pakaian adat maupun berbagai tarian dengan alat musik tradisional. Perayaan atau pesta biasanya diselenggarakan bukan hanya saat pernikahan tetapi juga saat pengukuhan marga dan penabalan nama anak yang baru lahir. Terdapat kesenian tradisional, makanan khas, dan pengobatan tradisional di daerah ini yang dapat dijadikan sebagai daya tarik pengembangan pariwisata alam kawasan. Sumber air desa berasal dari mata air, sungai dan hujan.

Penginapan

  1. Orchid Bungalow Batu Katak & Resort (8 Kamar)
  2. Batu Katak Guest House & Resort (6 Kamar)
  3. Rimbun Home Stay (4 Kamar)
  4. Fitri Home Stay (4 Kamar)
  5. Mando Pa Parking & Home Stay (2 Kamar)
  6. Tetap Guest House (2 Kamar)

Rumah Makan

Tersedia 1 rumah makan (RM Fitri)

Aktivitas yang dapat dilakukan pengunjung

  1. Wisata sungai Berkail berupa tubing, memancing, berenang, dll
  2. Wisata penelusuran gua
  3. Wisata pengamatan flora fauna
  4. Wisata budidaya lebah madu trigona
  5. Wisata budaya

Layanan umum terdekat

Puskesmas, Pasar, Bank

Jasa Pemandu Wisata

Darwin Ginting HP : 0812 6500 0123

Waktu Kunjungan Terbaik

Januari-Desember