(Medan, September 2021) Balai Besar TN Gunung Leuser bersama Kelompok Tani Hutan Konservasi (KTHK) di wilayah Kec. Kutalimbaru, Sei Lepan dan Besitang menandatangani perjanjian kerjasama (PKS) penguatan fungsi kemitraan konservasi dalam rangka pemulihan ekosistem di resor Bekancan dan resor Sekoci Lepan, Taman Nasional Gunung Leuser.

Agenda ini berlangsung di kantor Bidang Pengelolaan Taman Nasional (BPTN) Wilayah III Stabat, Jalan S.Parman No. 45 Kel. Kuala Bingai, kota Stabat pada Jumat (24/09).

Penandatanganan PKS dilakukan antara Balai Besar TN Gunung Leuser dengan 11 kelompok yang tersebar di 2 (dua) kabupaten, 3 (tiga) kecamatan dan 4 (empat) desa antara lain:

  • KTHK MAKAZORE yang berada di Desa Suka Makmur, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang, Provinsi Sumatera Utara.
  • KTHK BARAK INDUK LORONG I, KTHK BATANG DUREN, KTHK BARAK ITIR, KTHK BARAK INDUK LORONG II, KTHK BARAK INDUK LORONG III dan KTHK BARAK KENTONGAN berada di Desa Harapan Maju, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara.
  • KTHK PETAI ALUR BATU, KTHK PETAI MANOHARA dan KTHK KARET berada di Desa Mekar Makmur Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara.
  • KTHK BAMBAN MAJU berada di Desa PIR ADB, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara.

Penandatanganan ini merupakan tindak lanjut dari surat arahan dan persetujuan Dirjen KSDAE Nomor Nomor : S.660/KSDAE/KK/KSA.1/8/2021 tanggal 31 Agustus 2021 perihal Arahan dan Persetujuan Kerjasama Kemitraan Konservasi antara Balai Besar TN Gunung Leuser dengan 7 (tujuh) Kelompok Tani Hutan Konservasi di wilayah Kec. Kutalimbaru, Kab. Deliserdang, Kec. Sei Lepan dan Kec. Besitang Kab. Langkat Provinsi Sumatera Utara; serta surat persetujuan Bapak Direktur Jenderal KSDAE Nomor : S.670/KSDAE/KK/KSA.1/9/2021 tanggal 8 September 2021 perihal Arahan dan Persetujuan Kerja Sama Kemitraan Konservasi antara Balai Besar TN Gunung Leuser dengan 4 (empat) Kelompok Tani Hutan Konservasi di Wilayah Kecamatan Sei Lepan Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara.

Sebelumnya di lingkup BPTN Wilayah III Stabat jumlah KTHK yang telah menjalin kerjasama penguatan fungsi kemitraan konservasi dalam rangka pemulihan ekosistem dengan Balai Besar TN Gunung Leuser sebanyak 15 KTHK. Dengan bertambahnya 11 KTHK ini maka jumlah kelompok kemitraan konservasi di Kabupaten Langkat dan Kabupaten Deliserdang lingkup BPTN III Stabat menjadi 26 KTHK. Sedangkan secara keseluruhan lingkup Balai Besar TN Gunung Leuser baik di Provinsi Aceh maupun Provinsi Sumatera Utara jumlah total KTHK yang telah menjalin kerjasama kemitraan konservasi dalam rangka pemulihan ekosistem adalah sebanyak 72 KTHK.

Acara dihadiri oleh Plt. Kepala BBTN Gunung Leuser, pejabat dan staf BBTN Gunung Leuser, Direktur Yayasan PETAI, Direktur WALHI Provinsi Sumatera Utara, Kepala Desa Suka Makmur Kecamatan Kutalimbaru, tokoh masyarakat Barak Induk (Mas Darmo) serta ketua dan pengurus 11 (sebelas) Kelompok Tani Hutan Konservasi (KTHK) di lingkup BPTN Wilayah III Stabat.

Dalam sambutannya, Plt. Kepala BBTN Gunung Leuser, Adhi Nurul Hadi mengatakan bahwa program kemitraan konservasi ini bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan perambahan di dalam kawasan TNGL yang merupakan areal ketelanjuran serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan konservasi. Adhi berpesan agar setelah penandatanganan kerjasama ini maka masyarakat penggarap menjadi teman dan sahabat dalam upaya bersama  memulihkan kerusakan kawasan TN Gunung Leuser seperti kondisi aslinya.

Selain penandatanganan perjanjian kerjasama (PKS) antara Balai Besar TNGL dengan 11 (sebelas) Kelompok Tani Hutan Konservasi (KTHK) di lingkup BPTN Wilayah III Stabat ini, dalam kesempatan tersebut juga turut ditandatangani Rencana Pelaksanaan Program (RPP) tahun 2021-2025 dan Rencana Kerja Tahunan (RKT) tahun 2021.

“Ini merupakan keistimewaan bagi kita warga yang bermukim di sekitar Leuser, dimana sebenarnya ini adalah kawasan yang terlarang untuk dapat tinggal apalagi bertani di dalamnya, namun berkat kebijaksanaan pemerintah dan adanya payung hukum kemitraaan konservasi maka kita masyarakat saat ini bisa mendapat akses ke dalam kawasan TNGL ” ujar Mas Darmo, yang merupakan tokoh masyarakat Barak Induk dan salah satu anggota DPRD Kabupaten Langkat.

“Kepada seluruh anggota kelompok saya minta dapat menanam tanaman buah dan tanaman kayu sesuai yang tertuang dalam rencana kerja serta wajib menjaga kelestarian kawasan TNGL” lanjutnya.

[Teks & foto ©BBTNGL,tim PKS | 24092021]

Category
Tags

Comments are closed

Masukkan alamat email:



Artikel Terkini

Berita Terkini

Locations of Site Visitors
Archives
Categories