(Aceh Selatan, Maret 2021) Senin (15/3) pagi, cuaca cerah di pantai Rantau Sialang, Desa Pasie Lembang, Kecamatan Kluet Selatan. Puluhan petugas TN Gunung Leuser, mitra, Lembaga PUGa (Peduli Uteun Gampong) dan masyarakat desa Pasie Lembang melakukan pelepasliaran tukik dan aksi bersih pantai di Stasiun Konservasi Penyu Rantau Sialang Pasie Lembang.

Kegiatan tersebut digelar dalam rangka menyambut dan memperingati Hari Bhakti Rimbawan yang ke-38 Tahun 2021 yang jatuh pada tanggal 16 Maret 2021. Hari Bhakti Rimbawan tahun ini mengangkat tema “Terus Berbakti di Tengah Pandemi untuk Lingkungan dan Hutan Lestari”.

Kegiatan diinisiasi Balai Pengelolaan TN Gunung Leuser Wilayah I Tapaktuan. Sebanyak 80 ekor tukik yang dilepasliarkan berjenis penyu abu-abu (Lepidochelys olivacea) dengan usia sekitar 14 hari.

Menurut Kepala Stasiun Konservasi Penyu Rantau Sialang Pasie Lembang,  Soloon Syahruddin Tanjung, S.Hut, selain penyu abu-abu, terdapat 2 jenis penyu lainnya yang rutin mendarat setiap tahun yakni penyu hijau (Chelonia mydas), dan penyu belimbing (Dermochelys coriacea).

Selain pelepasliaran tukik, peserta kegiatan juga melakukan aksi bersih pantai yang dilaksanakan di sepanjang pantai pendaratan penyu di sekitar Stasiun Konservasi Penyu Rantau Sialang Pasie Lembang.

Aksi ini dilakukan guna menjaga agar habitat pantai pendaratan penyu tetap bersih dan tidak mengganggu penyu saat mendarat. Sampah plastik mendominasi jenis sampah yang dijumpai di pantai. Sebagai bentuk himbauan, petugas juga memasang papan informasi agar setiap pengunjung tidak membuang sampah sembarangan di Pantai Rantau Sialang.

Dalam sambutannya, Kepala Balai Besar TNGL yang diwakili oleh Kepala BPTN Wilayah I Tapaktuan,  Agung Widodo,S.H.,M.H mengatakan “Taman Nasional Gunung Leuser merupakan kawasan konservasi yang menjadi warisan dunia (world heritage) dimana sumber daya alam yang ada di dalamnya dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan.

Tentunya dalam melakukan pemanfaatan kawasan mengacu kepada peraturan perundangan yang berlaku, sehingga hutan dapat tetap lestari dan masyarakat sejahtera, pungkasnya.

Selain itu, Kepala Desa Pasie Lembang,  Zarkasyi dalam sambutannya, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan pelepasliaran tukik dan aksi bersih pantai ini. Menurut beliau, kegiatan semacam ini dapat mejadi agenda tahunan di Rantau Sialang dan pihak desa akan selalu mendukung upaya upaya pelestarian penyu yang dilakukan TNGL.

Teks : Arif Saifudin, S.Si (PEH BBTNGL)
Foto : Ulul & Efa

Category
Tags

Comments are closed

Selamat Datang

Masukkan alamat email:



Artikel Terkini

Berita Terkini

Locations of Site Visitors
Archives