Covid-19

Sejak kehadirannya pertama kali di Wuhan, Provinsi Hubei, China hingga meluas ke berbagai negara, virus Corona seketika menjadi perhatian dunia. Jumlah kasus penyakit yang terus meningkat dan penyebarannya yang semakin merebak ke lebih dari seratus negara membuat Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization(WHO) menetapkan kondisi ini sebagai pandemi global, pada 11 Maret 2020.

Dalam laman resmi  gugus tugas percepatan penanganan COVID-19 di Indonesia disebutkan bahwa virus corona baru atau novel coronavirus (nCoV) adalah jenis virus corona baru yang menimbulkan penyakit yang bernama Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Sebelum dikenal sebagai COVID-19, penyakitnya dikenal sebagai virus corona baru 2019 atau 2019-nCoV. Meski baru, virus corona ini mirip dengan keluarga virus yang menyebabkan SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) dan sejumlah influensa biasa.

Sebagian besar mereka yang terinfeksi virus COVID-19 akan mengalami penyakit pernapasan ringan hingga sedang. Gejala yang biasanya dimiliki berupa demam, batuk kering, kelelahan, juga sesak nafas dan sakit tenggorokan.

Himbauan

COVID-19 di Indonesia dengan kasus pertama di daerah Depok, Jawa Barat sampai kini terus bertambah hingga mencapai 4.557 kasus (14/4). Pemerintah telah dan terus menyusun berbagai protokol dalam segala aspek terkait penanggulangan COVID-19 ini. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan termasuk seluruh unit pelaksana teknis di daerah mendukung upaya bersama melawan virus ini.

Menteri LHK mengeluarkan Surat Edaran Nomor SE.1/MENLHK/SETJEN/SET.1/3/2020 tanggal 15 Maret 2020 tentang Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan disusul Surat Edaran Nomor SE.2/MENLHK-SETJEN/ROUM/SET.1/3/2020 tanggal 21 Maret 2020 tentang Perkembangan Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Direktur Jenderal KSDAE sebagai bapak bagi UPT Taman Nasional dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam juga mengeluarkan Surat Edaran Nomor SE.3/KSDAE/SET/PEG.1/3/2020 tanggal 16 Maret 2020.

Tak hanya itu, kepala daerah dimana kawasan dan kantor Balai Besar TN Gunung Leuser berada, yaitu Gubernur Sumatera Utara dan Gubernur Aceh juga mengeluarkan seruan atau keputusan terkait penanganan COVID-19 di wilayahnya masing-masing. Edy Rahmayadi mengeluarkan Seruan Gubernur Sumatera Utara Nomor 184/TU/III/2020 terkait Penanganan COVID-19 di Provinsi Sumatera Utara. Sedangkan Nova Iriansyah menetapkan Keputusan Gubernur Aceh Nomor 360/969/2020 tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Skala Provinsi untuk Penanganan Corona Virus Disease 2019.

Semua bahu membahu-bahu dan bergerak untuk menangani permasalahan yang dihadapi umat manusia di dunia saat ini.

Pencegahan COVID-19 di TN Gunung Leuser

Memperhatikan dan menimbang keputusan, himbauan, edaran, seruan dan arahan dari pemerintah pusat dan kepala daerah, Balai Besar TN Gunung Leuser pun aktif untuk melawan virus COVID-19. Berikut upaya-upaya yang telah dilakukan dalam memutus rantai penyebarannya terutama di lingkungan TN Gunung Leuser yang meliputi wilayah di provinsi Aceh dan Sumatera Utara :

  1. Penyediaan hand sanitizer dan wastafel

Penyediaan antiseptik dalam bentuk cairan atau gel berfungsi untuk menghambat atau memperlambat dan mengurangi agen infeksi pada tangan. Hand sanitizer ini lebih baik digunakan saat kita tak menemukan sabun dan air untuk mencuci tangan.

Kantor pada Bidang/Seksi Pengelolaan TN Gunung Leuser dengan kreativitas masing-masing juga membuat wastafel untuk mencuci tangan. Ada yang menggunakan galon mini, drum plastik atau ember. Wastafel tersebut sengaja disediakan agar setiap yang datang dapat langsung mencuci tangan sebelum masuk ke dalam kantor.

  1. Pemasangan banner himbauan

Banner berisi pesan kesehatan dibuat dan dipasang sebagai media ajakan, pengingat dan himbauan untuk tetap menjaga kebersihan, menjaga jarak aman atau kontak fisik, memakai masker dan mengkonsumsi makanan sehat.

  1. Pemeriksaan suhu tubuh

Hal ini dilakukan sebagai upaya deteksi dini jika terdapat pegawai atau tamu yang dalam kondisi demam. Pemeriksaan dilakukan oleh petugas piket dengan menggunakan thermo gun

  1. Penutupan sementara lokasi ekowisata

Penutupan lokasi ekowisata yang berada pada kawasan TN Gunung Leuser lingkup provinsi Aceh dan Sumatera Utara dilakukan terutama untuk menghindari adanya kerumunan massa yang berpotensi dalam penyebaran virus. Seperti kita ketahui wisatawan yang berkunjung ke TN Gunung Leuser tidak hanya dari daerah lokal atau nusantara namun justru lebih banyak dari mancanegara.

Penutupan sementara awalnya berlaku tanggal 18-31 Maret 2020 berdasarkan Pengumuman Nomor : PG.01/ T.3/BIDTEK/P2/03/2020 tentang Penutupan ekowisata di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser. Namun setelah melihat perkembangan dan kondisi yang belum stabil , Kepala Balai Besar TN Gunung Leuser mengambil kebijakan untuk memperpanjang sampai batas waktu yang belum ditentukan. Hal ini dapat dilihat pada Pengumuman Nomor: PG.02/T.3.BIDTEK/P2/03/2020 tentang Perpanjangan penutupan ekowisata di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser.

  1. Penyemprotan disinfektan di lingkungan kantor

Penyemprotan cairan disinfektan dilakukan untuk membunuh kuman-kuman pembawa virus dan mencegah terjadinya pencemaran atau infeksi. Penyemprotan dilakukan di lingkungan kantor, ruang kerja, ruang rapat, area parkir, pos satpam, dan sebagainya.

  1. Jadwal piket dan work from home (WFH)

Khusus untuk kantor Balai Besar di Medan, diberlakukan pembagian kerja di kantor (piket) dan  kerja di rumah (wfh). Setiap pegawai yang mendapat jadwal wfh tetap melakukan pekerjaan kantor di rumah masing-masing dan melaporkan aktivitas atau kinerjanya setiap hari sesuai jadwal wfh. Koordinasi dan komunikasi dengan atasan langsung biasanya dilakukan secara daring melalui whats app grup. Tentu saja ini juga termasuk melaporkan kondisi kesehatan setiap pegawai setiap harinya.

  1. Konsolidasi dengan teleconference

Meski terpisah jarak dan wilayah, aktivitas terkait komunikasi, koordinasi dan konsolidasi sangat penting untuk tetap dilakukan. Menyiasati hal ini, rapat yang melibatkan orang banyak diganti dengan teleconference. Ini merupakan hal baru bagi Balai Besar TN Gunung Leuser dan sepertinya cara ini cukup efektif dan efisien mengingat jarak antar wilayah yang cukup berjauhan.

  1. Menjaga kebersihan dan kesehatan

Kehadiran COVID-19 membawa tantangan bagi setiap diri untuk tetap menjaga kebersihan dan kesehatan masing-masing. Banyak minum air putih, makan makanan yang sehat ditambah suplemen dan vitamin diharapkan mampu membantu menjaga imunitas tubuh.

Seksi Pengelolaan TN Wilayah V Bahorok melakukan senam bersama setiap pagi dengan tetap menjaga jarak dan memakai masker. Bidang Pengelolaan TN wilayah I Tapaktuan sesekali melakukan rapat koordinasi di luar ruangan dengan berjemur di bawah mentari pagi. 

Tetap Menjalankan Tupoksi

Meskipun situasi di belahan negeri ini belum pulih akibat COVID-19, namun tugas harus tetap dijalankan. Patroli kawasan, pemadaman karhutla, pembersihan jalur di stasiun penelitian, monitoring pada lokasi kemitraan konservasi, penegakan hukum, rescue dan release satwa bahkan mitigasi konflik pun menjadi amanah yang tidak dapat ditinggalkan saat pandemi global ini. Semoga Allah SWT melindungi dan melimpahkan kesehatan dan kekuatan untuk kita semua. Mari bersatu melawan COVID-19. Mari berbagi semangat dan berita positif untuk meningkatkan daya tahan fisik maupun psikis kita. Salam lestari.

Sumber :

www.covid19.go.id

www.who.int

Teks : Ahtu Trihangga, S.Hut_Penyuluh Kehutanan BBTNGL ; Foto : Taman Nasional Gunung Leuser

Category
Tags

Comments are closed

Locations of Site Visitors
Archives