(Langkat,  Agustus 2021) Balai Besar TN Gunung Leuser mendukung dan mengikuti kegiatan  INJI Warrior Camp yang diselenggarakan Sumatra Tropical Forest Journalist (STFJ) sejak Senin (23/8) hingga Sabtu (28/8) di Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Direktur Pengelolaan Kawasan Konservasi, Jefry Susyafrianto yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Balai Besar TN Gunung Leuser  berkesempatan menjadi salah satu pemateri dalam kegiatan tersebut.  Jefry menyebutkan bahwa media informasi dan komunikasi menjadi alat kontrol perkembangan isu nasional dan global sehingga mendapatkan respon cepat dari komunitas masyarakat, nasional dan global terkait informasi konservasi.

“Kami berharap dan yakin suatu saat dari peserta INJI menjadi pegiat-pegiat media kawasan konservasi dan memberikan informasi yang baik dan benar sehingga masyarakat sadar dan paham akan pentingnya kawasan konservasi,” ujarnya.

Lanjutnya “Kita ingin mendapatkan informasi yang bergizi dan berkualitas oleh karna itu peserta yang belajar pelatihan jurnalistik ini memanfaatkannya, agar mampu menyajikan data – data dan informasi yg berkualitas dan bergizi bagi si pembaca, menjadi stimulus untuk produksi informasi berita lingkungan yang positif dan dapat dipertanggungjawabkan,”.

Direktur STFJ, Rahmad Suryadi menyebutkan kegiatan tidak hanya sebatas pelatihan jurnalistik biasa, namun memperkenalkan tentang konservasi, satwa langka, kerusakan lingkungan, cara mencegah kerusakan lingkungan dan lain sebagainya.

Untuk bisa mengikuti kegiatan, para mahasiswa harus melalui tahapan seleksi. Dari 76 mahasiswa yang mendaftar untuk kategori artikel, fotografi dan videografi, hanya 30 mahasiswa terbaik yang dinyatakan lolos. Selanjutnya para mahasiswa ini akan disatukan dalam wadah bernama Independent Nature Journalist Indonesia (INJI).

Rahmat memaparkan bahwa INJI memiliki 5 tujuan utama yang harus tercapai dalam kegiatan tersebut. Salah satu tujuannya adalah untuk membangun kolaborasi para pihak dalam upaya konservasi di Sumatera Utara dan Aceh. Tidak hanya itu kegiatan  juga dimaksudkan untuk membangun dan memperkuat jejaring jurnalis yang terlibat dalam upaya konservasi di Sumatera Utara dan Aceh.

Tujuan lainnya untuk menyiapkan ekosistem kerjasama berkesinambungan antar berbagai stakeholders, menggalang potensi mahasiswa untuk berperan aktif dalam setiap upaya konservasi dan terakhir mendorong lahirnya generasi baru yang memiliki kesadaran aktif terhadap problem dan situasi lingkungan hidup dan spesies terancam punah di Indonesia.

Tidak hanya berpatok pada tujuan, kegiatan tersebut juga memiliki ‘output’ yang ke depannya dapat menjadi dampak positif bagi lingkungan. Beberapa ‘output’ tersebut adalah berkembangnya sumber daya terampil dalam mengemas; meriset dan menyajikan informasi lingkungan hidup di Sumatera Utara dan Aceh, ; terbangunnya media lingkungan yang dapat dijadikan referensi di Sumatera Utara dan Aceh; dan adanya publikasi berkala terkait upaya konservasi di Sumatera Utara dan Aceh.

“Lahirnya jurnalis-jurnalis lingkungan baru, seperti penggunaan air mulai irit, stok kontak yang tidak dipakai dicabut, mulai mengurangi penggunaan plastik, makanan ambil secukupnya. Setidaknya meminimalisir penggunaan plastik dan sebisa mungkin menggunakan tas kain,” jelasnya.

Balqis dan Riski_staf BBTN Gunung Leuser_mengaku senang dan antusias mengikuti rangkaian acara INJI Camp ini. “Banyak ilmu terutama tentang jurnalis dan kepenulisan yang kami dapat dari kegiatan ini”, kata Riski. 

“Ya, kami pun mendapat teman baru dari mahasiswa dan juga pemateri-pemateri yang kompeten”, timpal Balqis.

Di akhir pelatihan para peserta dinyatakan lulus dan bergabung menjadi INJI Warrior angkatan pertama yang ditandai dengan penyematan misela oleh panitia.

[teks&foto ©bbtngl/riski, stfj|30082021|riski]

Category
Tags

Comments are closed

Masukkan alamat email:



Artikel Terkini

Berita Terkini

Locations of Site Visitors
Archives
Categories