Wakil Bupati dan Peserta Jambore(Medan, 16 Nopember 2015) Rangkaian kegiatan Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser dalam rangka memperingati Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2015, Hari Cinta Puspa Satwa Nasional (HCPSN) 2015, dan ikut serta mengawali kegiatan merayakan Keanekaragaman Hayati 2016, telah selesai digelar. Kegiatan yang terdiri dari “Suara Konservasi Leuser – Lomba Foto dan Karya Tulis Konservasi TNGL 2015”, “Expedisi Leuser 2015” dan “Jambore Konservasi Leuser 2015” melukiskan ajakan Balai Besar TNGL kepada berbagai instansi pemerintah dan elemen masyarakat untuk mendukung pengelolaan Taman Nasional Gunung Leuser.

Penerimaan foto dan naskah pada kegiatan “Suara Konservasi Leuser – Lomba Foto dan Karya Tulis Konservasi TNGL 2015”yang dilaksanakan tanggal 10 September – 20 Oktober 2015, telah menjaring 300 foto (28 foto jurnalis, 52 foto pelajar, 220 foto umum) dan 72 karya tulis (15 naskah jurnalis, 57 naskah pelajar-umum). Sebanyak 15 pemenang dipilih Dewan Juri dan berhak atas bantuan dana pembinaan dengan total 40 juta rupiah, thropy, piagam dan merchandise TNGL.

Bersama Tim EkspedisiTanggal 15 Oktober 2015, Tim “Expedisi Leuser 2015” diberangkatkan dari Kedah oleh Bupati Gayo Lues dan Kepala Balai Besar TNGL. Hari ke-9, Tim Expedisi tiba di Puncak Loser (3404 mdpl) dan sehari setelahnya menjejak di Puncak Leuser (3119 mdpl). Hari ke-17, Tim Expedisi yang terdiri dari 27 orang dari berbagai usia dan elemen,berhasil turun dengan selamat di Trieng Gading, Aceh Barat Daya.

Puncak dari rangkaian kegiatan ini berlabuh pada kegiatan “Jambore Konservasi Leuser 2015” yang digelar pada tanggal 10-12 Nopember 2015 di Lawe Gurah, Aceh Tenggara. Wakil Bupati Aceh Tenggara, Drs. Ali Basrah membuka agenda dengan menyematkan tanda peserta. Malam harinya, digelar talkshow “Expedisi Leuser 2015”. Peserta terlihat antusias menyaksikan video Expedisi Leuser yang direkam dan dibuat Tim Expedisi.

Pos 1Keesokan harinya, peserta ditantang melewati jalur tracking di pos 1, 2 dan 3. Kesepuluh tim peserta bersemangat dan sangat menikmati petualangan yang disajikan di Hutan Lawe Gurah. Talkshow malam menghadirkan presenter dan pembawa acara terkemuka, M. Farhan. Narasumber dari perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Direktur Wildlife Conservation Society (WCS) berkenan berbagi secara ringan nan berbobot mengenai “TNGL lestari untuk kesejahteraan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan”. Meski sempat hujan, acara dilanjutkan dengan malam keakraban. Api unggun menghangatkan suasana yang dimeriahkan atraksi seni dari setiap tim peserta.

Kamis, 12 Nopember 2015, upacara peringatan HKAN 2015 berlangsung dengan khidmat. Rangkaian agenda penutupan digelar setelahnya. Tarian Kreasi ditampilkan anak-anak Ketambe yang mengusung tema Bercocok Tanam. Bupati Gayo Lues menyerahkan sertifikat Expedisi Leuser 2015 kepada Tim yang diwakili 13 orang dari 34 tim pendaki. Penyerahan hadiah kepada pemenang Lomba Foto dan Karya Tulis Konservasi TNGL 2015 secara simbolis diserahkan Kepala Balai Besar TNGL dan Kepala Bidang Teknis Konservasi.  Tiga tim peserta diumumkan menjadi Tim Terbaik Jambore, yaitu Tim Kambing Hutan, Tim Kedih dan Tim Beruang Madu. Sedangkan Stand Terbaik diraih oleh Stand WCS yang menarik peserta dan undangan Jambore dengan ‘face painting’nya.

Agenda penting lainnya, Balai Besar TNGL, Kementerian LHK, Pemerintah Gayo Lues dan seluruh mitra NGO/ Lembaga Masyarakat (WCS, OIC, YEL, YLI, VESSWIC, CRU Tangkahan) yang mendukung konservasi TNGL, menandatangani Deklarasi Ketambe. Setelahnya, Doktor Suci dari UNAS Jakarta memaparkan sejarah Ketambe. Tak lama kemudian, prasasti Stasiun Penelitian Ketambe ditandatangani Bupati Gayo Lues dan Kepala Balai Besar TNGL, pertanda stasiun penelitian yang sempat ditutup akibat kebakaran ini, dengan resmi dibuka kembali.

Sambutan Bupati Gayo LuesBupati Gayo Lues, Ibnu Hasyim menutup rangkaian acara dengan melepas tanda peserta Jambore Konservasi Leuser 2015. Dalam sambutannya, Bupati merasa senang dan mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan Balai Besar TNGL , terutama di wilayah kabupaten Gayo Lues dan Aceh Tenggara.

Di penghujung acara, Remaja Ketambe mempersembahkan Tarian Saman yang disambut antusias semua peserta dan undangan. Rangkaian kegiatan pun berakhir sudah. Namun, perjuangan dalam menjaga kelestarian Leuser dan kesejahteraan masyarakat sekitarnya tidak berhenti disini. Harapan demi harapan semoga dapat kita wujudkan untuk alam ini. Bersama bekerja, bekerja bersama dalam naungan ridha Alloh Yang Maha Bijaksana. Salam Lestari.

Press Release HKAN

[teks & foto ©bbtngl | 16112015 |YAp]

Category
Tags

Comments are closed

Masukkan alamat email:



Artikel Terkini

Berita Terkini

Locations of Site Visitors
Archives
Categories