(Bukit Lawang, Juli 2021) Kehadiran Orangutan Sumatera (Pongo abelii) ke lahan masyarakat salah satunya disebabkan buah-buahan di kebun milik warga yang menarik perhatian satwa berambut merah kecoklatan ini.

Seringkali warga mengeluhkan gangguan akibat kehadiran satwa yang dilindungi ini. Menyikapi hal tersebut, petugas Seksi Pengelolaan TN Gunung Leuser Wilayah V Bohorok bersama Wildlife Respon Unit (WRU), beberapa relawan dan Forum Masyarakat Peduli TNGL serta masyarakat terdampak untuk belajar membuat jenduman. Jenduman atau meriam ini dapat digunakan untuk menghalau satwa orangutan agar kembali ke dalam hutan. 

Selain jenduman, petugas dan para relawan tersebut memasang plat seng di batang pohon durian milik warga terdampak setelah dilakukan penjarangan pohon sekitarnya. Hal ini juga dilakukan untuk menghalau orangutan dari kebun warga.

“Diharapkan alat buatan ini bisa menjadi penghalau satwa. Kita coba meminimalisir penggunaan petasan” ujar Palber Turnip, Kepala SPTN V Bohorok.

Penggunaan alat ini juga dilakukan hati-hati agar tidak melukai orangutan.

[teks & foto ©bbtngl, elisa | 190072021]

Category
Tags

Comments are closed

Masukkan alamat email:



Artikel Terkini

Berita Terkini

Locations of Site Visitors
Archives
Categories