Duta Besar Uni Eropa bersama bayi gajah _Eropa_wmTangkahan (21 Oktober 2016). Tangkahan, salah satu kawasan ekowisata primadona Taman Nasional Gunung Leuser di Kabupaten Langkat mendapat kunjungan Duta Besar negara-negara anggota Uni Eropa. Rombongan  yang dipimpin langsung  Duta Besar Uni Eropa H.E. Vincent Guerend tiba di  Conservation Response Unit (CRU) Tangkahan, Jumat pagi.  Bersama Vincent, turut serta juga Kyle O’Sullivan (Dubes Irlandia), Helene Steinhausl (Dubes Austria), Georgios Dogoritis (Dubes Yunani), Vittorio Sandalli (Dubes Italia), Judith Nemetch-Patch (Dubes Hungaria), Heikki Vandernander (Wakil Dubes Belgia), Alessandro Liberatori (Komisioner Perdagangan Kedutaan Italia), Sarah Spronk (Penasehat Kebijakan Kemitraan Akademik Kedutaan Belanda), Michael Dobersberger (Atase Komersial Kedutaan Austria) dan Franck Viault (Delegasi Uni Eropa).

Kunjungan digelar dalam rangka diplomasi dan penjangkauan publik Uni Eropa untuk  Indonesia dan ASEAN. Tangkahan dipilih atas inisiasi Duta Besar Uni Eropa yang baru-baru ini Uni Eropa mengadopsi satu bayi gajah betina yang diberi nama ‘Eropa’. Program adopsi ini merupakan bentuk kontribusi mereka dalam upaya kampanye pelestarian gajah dan habitatnya. Uni Eropa merasakan keprihatinan akan tingginya angka kematian anak gajah yang disebabkan oleh Elephant Endotheliotrophic Herpes Virus (EEHV). Virus ini rentan menyerang anak-anak gajah secara akut. Para ahli dunia belum menemukan cara penanggulangannya. Terkait virus ini, Uni Eropa juga mendukung produksi film pendidikan yang dibintangi oleh Nicholas Saputra dan mendapat perhatian luas dari publik.

memandikan Gajah 2_wmDi Tangkahan, delegasi negara Eropa mendapat kesempatan berinteraksi langsung dengan 3  bayi gajah dan 7 gajah dewasa lainnya. Mereka terlihat senang memandikan gajah di sungai Batang Serangan. Rombongan Duta Besar ini juga nampak serius mengikuti simulasi kegiatan patroli hutan khas CRU dengan patroli partipatif dengan menunggang gajah. “ Ini adalah pengalaman yang sangat berharga”, ujar Vincent senang.

Kepala Balai Besar dan rombongan Duta Besar Uni Eropa2_wmKepala Balai Besar TNGL, Drs. Andi Basrul turut menyambut rombongan sebagai tuan rumah. Andi Basrul mengungkapkan rasa terima kasih atas berbagai dukungan yang diberikan Uni Eropa hingga saat ini untuk TNGL. “Kami berharap Uni Eropa dapat melanjutkan dukungannya terhadap kegiatan konservasi keanekaragaman hayati khususnya di Taman Nasional Gunung Leuser. Program ini membutuhkan keterlibatan semua pihak. Produk jasa lingkungan yang dihasilkan taman nasional tidak hanya dinikmati oleh masyarakat di sekitar kawasan, tetapi juga oleh masyarakat di negara lain dan dunia secara umum”, jelas Andi Basrul.

diskusi antar pihak_wmPada kunjungan ini, digelar juga diskusi antara rombongan duta besar dengan jajaran Balai Besar TNGL, Camat Batang Serangan, CRU Tangkahan dan Lembaga Pariwisata Tangkahan.  Terhadap pertanyaan Dubes Uni Eropa mengenai kekhawatiran penurunan populasi satwa kunci khususnya di kawasan TNGL, Andi Basrul menyampaikan, “dengan berbagai upaya yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan illegal logging, perambahan dan perburuan liar; populasi satwa kunci di TNGL akan dapat dipertahankan dan bahkan ditingkatkan dalam lima tahun ke depan sesuai target dari Kementerian LHK”, optimisnya. Dalam diskusi tersebut, Camat Batang Serangan juga menyampaikan tentang manfaat keberadaan TNGL terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan ekowisata, seperti halnya yang dilakukan di Tangkahan.

eropa_wmGajah Sumatera (Elephas maximus sumatrensis) adalah satu-satunya gajah di dunia yang diberikan predikat status kritis terancam  punah (Critically Endangered) oleh IUCN. Status tersebut ditetapkan dengan pertimbangan penurunan populasi dan kehilangan habitat yang signifikan dalam beberapa dekade belakangan ini. Andi Basrul mengungkapkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sedang memperbarui dokumen strategi dan rencana aksi pemulihan spesies Gajah Sumatera ini. Beliau juga menyampaikan bahwa Indonesia direncanakan akan menjadi tuan rumah pertemuan negara negara Asia yang memiliki populasi gajah Asia guna membahas isu-isu lintas batas negara dan isu-isu bilateral terkait upaya pelestarian gajah.

[Teks & Foto  ©BBTNGL | 21102016 | Ahtu-Ida-Ita-Sapto-Kus]

 

Category
Tags

Comments are closed

Locations of Site Visitors
Archives