(Aceh Tenggara,   Mei 2020) Sejak tahun 2018, Balai Besar TN Gunung Leuser telah melaksanakan program kemitraan konservasi dengan membuka akses kelola bagi kelompok masyarakat dalam rangka pemulihan ekosistem di kawasan TN Gunung Leuser.

Kemitraan Konservasi merupakan kerjasama antara kepala unit pengelola kawasan atau pemegang izin pada kawasan konservasi dengan masyarakat setempat berdasarkan prinsip saling menghargai, saling percaya dan saling menguntungkan. Impelementasinya di TN Gunung Leuser dalam bentuk kerjasama dengan Kelompok Tani Hutan Konservasi (KTHK).

Hingga saat ini, telah terjalin kerjasama dengan 20 KTHK yang berada pada tiga wilayah Seksi Pengelolaan TN Gunung Leuser. Luas areal kerjasama mencapai 1590.09 ha dengan rincian 550,50 ha pada SPTN Wilayah III Blangkejeren dengan 4 KTHK; 159,70 ha pada SPTN Wilayah IV Badar dengan 4 KTHK dan 920,89 ha pada SPTN Wilayah VI Besitang dengan 12 KTHK.  Keseluruhan areal kerjasama berada pada zona rehabilitasi yang telah mengalami kerusakan.

Dalam pelaksanaannya, BBTN Gunung Leuser melibatkan mitra NGO yang telah memiliki perjanjian kerjasama (PKS) untuk melakukan pendampingan dengan KTHK. termasuk dalam dalam menyusun Rencana Kerja Tahunan (RKT). Untuk tahun 2020, RKT kedua puluh KTHK telah rampung disusun.

Di kec. Putri Betung, kab. Gayo Lues, melalui pendampingan USAID Lestari, BBTN Gunung Leuser telah rampung memverifikasi subyek-obyek usulan sebanyak 14 KTHK. Untuk kec. Alur Baning, kab. Aceh Tenggara, didampingi Forum Konservasi Leuser (FKL), akan ada 5 kelompok baru yang saat ini sedang menyiapkan kelengkapan kerjasama kemitraan konservasi. Sedangkan di kec. Besitang, kab. Langkat, terdapat 3 usulan baru yang difasilitasi dan didampingi oleh Yayasan PETAI. Telaahan berkas administrasi terhadap usulan tersebut telah selesai dilakukan.

Berikut kondisi terkini pohon yang ditanam tahun 2018 oleh KTHK Tenda Biru seluas 36,20 Ha di wilayah Resor Lawe Malum, SPTN Wilayah IV Badar, BPTN Wilayah II Kutacane. Kondisi eksisting areal saat ini ditanami dengan beberapa jenis tanaman hutan dan MPTS, diantaranya adalah durian, petai, jengkol, dan pinang. Tanaman buah terlihat mulai berbuah dan berdampingan dengan tanaman hutan/ kayu.

“Ini merupakan kabar baik yang dapat memotivasi kelompok dan pendamping lainnya serta langkah maju dalam penaganan konflik tenurial di kawasan konservasi melalui kemitraan konservasi”, ujar Kasubbag Program dan Kerjasama, Ujang Wisnu Barata.

Perkembangan kemitraan konservasi di KTHK Tenda Biru merupakan wujud strategi implementasi kebijakan kemitraan konservasi di TN Gunung Leuser yaitu: (1) merangkul penggarap sehingga mengakui bahwa areal garapan masyarakat merupakan kawasan TN Gunung Leuser; (2) pelibatan mitra untuk mendampingi masyarakat dalam persiapan dan pelaksanaan kemitraan konservasi; (3) Pelaksanaan tahapan kemitraan konservasi bersama Pemda Aceh Tenggara; (4) Pelibatan penggarap dalam kegiatan partoli dan kampanye kawasan TN Gunung Leuser (membatasi perluasan areal garapan).

“Progres positif pelaksanaan kemitraan konservasi di TN Gunung Leuser patut kita apresiasi”, ungkap Kepala Balai Besar TNGL, Jefry Susyafrianto. 

Kita terus berupaya agar program ini mencapai tujuan yang diharapkan, yaitu mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat dalam rangka penguatan tata kelola dan fungsi kawasan konservasi dan kelestarian keanekaragaman hayati, jelasnya.

[Teks & Foto ©bbtngl, Alfian & Ujang WB.| 20052020]

Category
Tags

Comments are closed

Locations of Site Visitors
Archives