Berselfie Ria di "Love Our Nature for Better Future"

Berselfie Ria di “Love Our Nature for Better Future

Minggu, 8 Maret 2015 kemarin Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser bersama Wildlife Conservation Society (WCS) Indonesia Program, Biologi Pecinta Alam dan Studi Lingkungan Hidup (BIOPALAS) Universitas Sumatra Utara, dan Forum Harimau Kita menggelar kampanye bertajuk “Love Our Nature for Better Future”. Kampanye juga melibatkan Relawan Biopalas dan Tigerheart yang menjadi penggagas ide-ide segar untuk mencintai alam dengan gaya anak muda masa kini. Kampanye yang digelar di Lapangan Merdeka Medan ini, bertujuan untuk mengajak masyarakat agar mencintai lingkungan, khususnya kelestarian hutan dan satwa liar. Kampanye diadakan dalam rangka memperingati peresmian 5 Taman Nasional pertama di Indonesia pada tanggal 6 Maret 1980, salah satunya Taman Nasional Gunung Leuser.

“Pengelolaan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) sangat penting karena bukan sekedar aset lokal atau nasional, tetapi merupakan aset internasional. TNGL memberikan manfaat bagi masyarakat, baik yang berada di sekitar kawasan maupun masyarakat luas. Saya menghimbau agar kita bersama-sama menjaga kelestarian TNGL. Harapannya, dengan melestarikan TNGL, kita akan lebih dekat kepada yang Maha Pencipta,” ujar Andi Basrul, Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser.

Noviar Andayani, Country Director WCSIP menegaskan, “Dengan kampanye ini kami ingin mengajak masyarakat di Kota Medan dan sekitarnya untuk berpartisipasi melestarikan hutan dan sumberdaya alam kita. Caranya mudah, dengan tidak menyimpan, membeli dan memperdagangkan satwa yang dilindungi ataupun hasil hutan seperti kayu, rotan yang bersumber dari dalam kawasan konservasi yang tidak diambil secara sah. Membeli dan memanfaatkan obyek hasil perburuan ilegal, pembalakan dan perambahan berarti ikut serta mempercepat kerusakan alam sekitar kita”.

Melalui kegiatan kampanye damai, diharapkan pemahaman masyarakat mengenai keberadaan TNGL dengan 4 satwa kuncinya (Harimau Sumatera, Gajah Sumatera, Orangutan Sumatera dan Badak Sumatera) akan meningkat. Kegiatan yang diselenggarakan lebih bersifat ajakan untuk berpartisipasi, diiantaranya pojok selfie, face painting (lukis wajah) satwa liar, mewarnai bak sampah dan flash mob. Di sela acara, salah seorang mahasiswi Biologi-USU turut menyumbangkan lagu dengan judul “Stop Kuliti Aku”. Lagu ini tercipta sebagai salah satu kepedulian sekaligus ajakan untuk tidak memperdagangkan satwa liar khususnya harimau.

Kegiatan kampanye dengan pelibatan masyarakat yang beragam seperti ini, mendapat antusiasme cukup besar. “Merupakan suatu kebanggaan bagi kami dapat turut serta menyelenggarakan kampanye mengenai perlindungan hutan dan satwa kunci di Taman Nasional Gunung Leuser. Kami berharap acara ini tidak berhenti pada aksi kita pada hari ini, tetapi dapat menjadi pengingat bagi masyarakat bahwa keberadaan lingkungan yang sehat dan terjaga sangat penting bagi keberlanjutan hidup kita di masa depan. Tanpa hutan manusia tak kan bisa bertahan,” ujar Nikmah Hadana Thahura, koordinator lapangan kampanye dari BIOPALAS-USU.

[foto & teks © BBTNGL | 08032015 | redaksi]

Hashtag Berita Terkait:

#gunungLeuser #NationalPark #TamanNasional #TRHS #WorldHeritage #BiosphereReserve #AseanHeritagePark #saveLeuser #rhino #tiger #elephant #orangutan

WildTiger

Hasil Face Painting, “Tiger Face”.

Melukis bak sampah

Melukis bak sampah

Flash Mob, Mengajak menari gerakan satwa kunci TNGL.

Flash Mob, Mengajak menari gerakan satwa kunci TNGL.

 

Berita Terkait:

Category
Tags

Comments are closed

Locations of Site Visitors
Archives