(Stabat,  Februari 2020) Kepala BBTN Gunung Leuser bersama jajarannya menghadiri undangan DPRD Kab. Langkat dalam agenda rapat dengar pendapat tindak lanjut penguatan fungsi kawasan TN Gunung Leuser dan program kemitraan konservasi, pada Rabu (5/2).

Rapat yang berlangsung di ruang rapat DPRD kab. Langkat ini dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Langkat, Dr.Donny Setha,S.T,S.H,M.H. Tak hanya instansi BBTN Gunung Leuser, rapat juga diikuti Kerapatan Adat Kesultanan Negeri Langkat, Polres Langkat, Kejaksaan Negeri Langkat, Yonif 8 Marinir, Balai Gakkum KLHK Sumatera, KPH I Stabat, Kedatukan Besitang, Polsek Besitang, Camat Besitang, Kepala Desa PIR ADB, KTHK, Yayasan Petai, YOSL-OIC, WCS-IP dan kader konservasi.

Dari diskusi yang berkembang, para pihak yang hadir sepakat untuk mendukung dan berperan aktif mendorong program kemitraan konservasi untuk pemulihan kawasan TN Gunung Leuser dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kerapatan Adat Kesultanan Negeri Langkat, Tuanku Azwar Abdul Djalil Rahmatsyah Al Haj  termasuk Kedatukan dan Kejuruan resmi dibawahnya juga mendukung implementasi program ini.

Maka koordinasi dan kolaborasi multipihak menjadi hal wajib dalam pelaksanaannya. Ditambah perlunya dukungan upaya penegakan hukum untuk sinergi program di tingkat tapak.

Kemitraan Konservasi bukan satu-satunya solusi terhadap permasalahan perambahan kawasan TN. Jika terdapat kelompok yang resisten dengan skema ini, pemerintah masih mempunyai opsi pendampingan dan penegakan hukum.

Berbagai masukan dituangkan peserta rapat terkait kelompok yang masih resisten ini, diantaranya sosialisasi dan pendampingan intensif, identifikasi dan inventarisasi penggarap lahan, tim patroli bersama, pulbaket dan penegakan hukum yang mengedapankan prinsip keadilan.

Agenda selanjutnya setelah rapat dengar pendapat ini adalah kunjungan lapangan bersama FORKOPIMDA kab. Langkat.

Category
Tags

Comments are closed

Locations of Site Visitors
Archives