(Aceh Selatan,   Juli 2022) Pada Senin (25/7) pagi, tim patroli mendapati seekor harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) masuk box trap yang sengaja dipasang di desa Lhok Bengkuang, Kec.Tapaktuan, Kab. Aceh Selatan. Harimau yang berjenis kelamin jäntan ini diperkirakan berusia 3,5 tahun.

Hal ini dilakukan karena satwa dilindungi ini diduga telah berkeliaran sejak bulan lalu dan memangsa 9 ekor kambing milik warga di desa Lhok Bengkuang dan desa Batu Itam.

BKSDA Aceh bersama BBTN Gunung Leuser, WCS-IP, FKL dan Muspika setempat melakukan berbagai upaya berupa sosialisasi kepada masyarakat, patroli bersama, pemasangan kamera dan kandang jebak di lokasi konflik, serta penghalauan termasuk mendatangkan pawang harimau dari Gunoeng Paro, Aceh Besar.

Saat ini Selasa (26/7) harimau sumatera yang masuk perangkap tersebut dititip sementara di kantor BPTN Wilayah I Tapaktuan sembari menunggu tim medis dari BKSDA Aceh. Selanjutnya tim akan melakukan pemeriksaan lengkap terhadap satwa belang tersebut sebelum akhirnya nanti dilepasliarkan kembali ke habitatnya. Akan dilakukan pembahasan lebih lanjut terkait lokasi dan waktu pelepasliarannya.

Harimau Sumatera merupakan salah satu jenis hewan yang dilindungi di Indonesia berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Liar yang Dilindungi. Berdasarkan The IUCN Red List of Threatened Species, satwa yang hanya ditemukan di Pulau Sumatera ini berstatus Critically Endangered atau spesies yang terancam kritis, beresiko tinggi untuk punah di alam liar.

[teks ©bbtngl, foto©Efa wahyuni| 25072022]

Category
Tags

Comments are closed

Masukkan alamat email:



Artikel Terkini

Berita Terkini

Locations of Site Visitors
Archives
Categories