Secara administrasi pemerintahan, kawasan TN Gunung Leuser terletak di 2 provinsi, yaitu provinsi Aceh (meliputi kabupaten Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Aceh Tenggara dan Gayo Lues) dan provinsi Sumatera Utara (meliputi kabupaten Langkat dan Karo). Sejarah panjang kawasan TN Gunung Leuser dimulai sejak tahun 1920-an, zaman pemerintah kolonial Belanda. Pada 6 Maret 1980, pemerintah Indonesia meresmikan 5 kawasan suaka alam (termasuk TN Gunung Leuser) sebagai Taman Nasional melalui SK Menteri Pertanian Nomor 811/Kpts/Um/II/1980. Beberapa gelar atau status nasional maupun internasional pun disandang TN Gunung Leuser yaitu Cagar Biosfer (1980), Asean Heritage Park (1984), Tropical Rainforest Heritage of Sumatera (Warisan Dunia) (2004) dan Kawasan Lindung Nasional (2008). Sejarah dan status kawasan TN Gunung Leuser selengkapnya tersaji pada Gambar 1.

Secara geografis, kawasan TN Gunung Leuser membentang pada koordinat 96º 35” – 98º 30” Bujur Timur dan 2º 50” – 4º 10” Lintang Utara. Kondisi topografi mulai dari daerah pantai (0 mdpl) hingga daerah pegunungan (≥3000 mdpl). Hampir 80% dari luas kawasan memiliki kemiringan di atas 40%.

Luas TN Gunung Leuser saat ini adalah 830.268,95 ha, yaitu 75,27% di provinsi Aceh (624.913,81 ha) dan 24,73% di Sumatera Utara (205.355,14 ha). Angka ini mengacu pada Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor SK. 6589/Menhut-VII/KUH/2014 tanggal 28 Oktober 2014 tentang Penetapan Kawasan Hutan Sebagian Taman Nasional Gunung Leuser Propinsi Aceh serta Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor SK.4039/Menhut-VII/KUH/2014 tanggal 28 Mei 2014 tentang Penetapan Kawasan Hutan Sebagian Taman Nasional Gunung Leuser di Provinsi Sumatera Utara.

Ditinjau dari aspek biodiversitas, vegetasi di kawasan TN Gunung Leuser termasuk flora Sumatera dan erat hubungannya dengan flora di Semenanjung Malaysia, pulau Kalimantan, pulau Jawa dan bahkan Philipina. Sedangkan untuk fauna, kawasan TN Gunung Leuser merupakan habitat dari mamalia, burung, reptil, ampibi, ikan, dan invertebrata. Dari 129 spesies mamalia besar dan kecil di seluruh Sumatera, 65% di antaranya berada di kawasan TNGL. Lebih dari 350 jenis burung diperkirakan tinggal di kawasan TN Gunung Leuser. Empat spesies yang menjadi satwa kunci adalah harimau Sumatera, gajah Sumatera, orangutan Sumatera dan badak Sumatera.