(Bohorok,  Mei 2020) Pada Selasa (12/5), petugas Seksi Pengelolaan TN Gunung Leuser Wilayah V Bohorok menerima laporan  dari warga Dusun Penampean, Desa Sei Musam, Kec. Batang Serangan, bahwa ternak sapi miliknya dimangsa harimau Sumatera, sebut saja HS.

Memverifikasi laporan tersebut, petugas melakukan pengecekan langsung di TKP. Benar saja, ditemukan 1 ekor sapi dalam kondisi sudah mati di semak-semak dan 1 ekor lainnya terluka parah. Menurut informasi salah seorang pemilik sapi, masih ada 4 ekor lagi yang belum diketahui keberadaannya.

Untuk mengamankan situasi, Kepala SPTN Wil-V Bohorok pada Rabu (13/5) mengirimkan tim yang terdiri dari 7 personil untuk berjaga dan memasang kamera jebak. Masyarakat, mitra dan volunter juga turut serta dalam patroli malam pengamanan di TKP.

Keesokan harinya, petugas mengambil hasil rekaman kamera jebak dan berkoordinasi dengan Forkompimcam, BBKSDASU, Mitra, Camat Batang Serangan, Polsek dan Koramil Batang Serangan serta pihak Desa Batu Tingling melalui rembuk untuk memaparkan tindakan yang dilakukan oleh petugas dan rencana tindak lanjutnya.

Memperhatikan laporan-laporan sebelumnya, dugaan penyebab kehadiran HS di lokasi kejadian adalah jarak pengembalaan ternak sapi atau TKP dengan kawasan terlalu dekat yaitu kurang lebih 1 km.

Petugas dengan melibatkan BBKSDASU, WRU, Volunteer dan masyarakat setempat melakukan  penghalauan terhadap HS sebanyak 2 kali yaitu pada Kamis (14/5) sore hari dan Jumat (15/5) pagi hari. Tahapannya, mengumpulkan bagian sapi yang belum dihabiskan oleh HS,  lalu membakar sisa bagian sapi tersebut sebagai uji coba. Sedangkan cara yang dilakukan untuk menghalau HS adalah dengan mengeluarkan bunyi-bunyian dari alat seperti peledakan mercon, senjata api dan meriam rakitan.

Setelah penghalauan pertama dilakukan, petugas menemukan jejak HS berupa bekas tapak yang masih segar menuju hutan. Namun, pada penghalauan kedua ditemukan kembali tapak baru HS di areal yang berbeda dengan areal yang dilakukan sebelumnya. Areal ini berbatasan dengan perusahaan PT. Seroja.

Sampai berita ini dirilis, petugas masih melakukan penjagaan dan pengusiran bertahap dari berbagai arah dengan memperhatikan informasi warga dan jejak-jejak baru yang ditemukan. Pada jejak dan lokasi yang diduga persembunyian HS, dibuat api (dengan terlebih dahulu mengaturkan agar api tidak menjalar) di beberapa tempat untuk membuat ciut nyali si Raja Rimba.

[teks&foto @bbtngl, elysa | 18052020| ya]

Category
Tags

Comments are closed

Locations of Site Visitors
Archives