(Bukit Lawang, November 2020) Petugas Seksi Pengelolaan TN Gunung Leuser Wilayah V Bohorok melepasliarkan seekor Siamang pada Rabu (4/11). Satwa yang diketahui berusia 6 tahun ini diserahkan warga Aek Kanopan, Kualuh Buluh, Labuhanbatu Utara pada 15 Juni lalu.

Setelah dilakukan observasi selama 5 (lima) bulan dengan mempertimbangkan laporan medis dan memperhatikan perilaku bilogisnya, satwa yang memiliki nama ilmiah Symphalangus syndactylus ini layak untuk dilepasliarkan.

Satwa tersebut sampai ke petugas TN Gunung Leuser atas permintaan pemilik sebelumnya yang menginginkan kera hitam berlengan panjang tersebut kembali ke hutan Leuser, tempat dimana satwa liar itu didapat. Setelah Kepala Seksi Pengelolaan TN Wilayah V Bohorok berkoordinasi dengan pihak BBKSDASU, petugas SPTN V dan petugas BBKSDASU menuju kediaman pemilik. Siamang itu pun diserahterimakan pemilik ke BBKSDASU dan selanjutnya diserahkan kepada petugas SPTN V.

Siamang lebih aktif pada siang hari dan hidup pada pohon-pohon. Pada umumnya, siamang sangat tangkas saat bergerak di atas pohon, sehingga tidak ada predator yang bisa menangkap mereka. Mereka bersosialisasi dalam kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari dua sampai tiga ekor Siamang. Berbeda dengan kera lainnya, siamang tidak mempunyai tempat khusus untuk tidur. Mereka hanya tidur sendiri atau dengan beberapa ekor Siamang di celah antar cabang pada pepohonan.

Siamang merupakan spesies terancam, karena deforestasi habitatnya cepat. Penyebab lainnya adalah karena banyaknya penangkapan siamang yang dijadikan pasaran penjualan hewan pemeliharaan. IUCN (International Union for Conservation of Nature) baru-baru ini telah mengklasifikasi ulang beberapa spesies primata yang di temukan di Asia Tenggara. Siamang sekarang Vulnerable untuk kepunahan.

[teks, foto&video ©bbtngl, sptnV|Elisa]

Category
Tags

Comments are closed

Selamat Datang

Masukkan alamat email:



Artikel Terkini

Berita Terkini

Locations of Site Visitors
Archives