(Tangkahan,  Februari 2021)  Pada Senin (1/2),  gajah sumatra (Elephas maximus sumatranus) bernama Sari melahirkan seekor bayi betina di Pusat Pelatihan Satwa Khusus Resor Tangkahan, Seksi Pengelolaan  wilayah VI Besitang, jam 04.00 wib.

Bayi gajah yang beratnya mencapai 60 kg ini merupakan kelahiran kedua bagi Sari (42 thn) setelah kelahiran pertama tahun 2012 silam. Kehamilan Sari diketahui pada bulan September 2020 dengan alat ultrasonografi (USG). Setelahnya, petugas mahout dengan panduan dokter hewan melakukan perawatan dan pengawasan lebih intensif terhadap Sari, termasuk pemberian vitamin dan asupan pakan.

Proses kelahiran anak gajah ini pertama kali diketahui mahout saat hendak melakukan pemeriksaan rutin. Para mahout segera mengamankan lokasi dan menjauhkan gajah jinak lainnya. Mahout berkonsultasi dengan dokter hewan dan mengawasi proses kelahiran. Gajah Sari dan bayinya kemudian ditempatkan di kandang karantina untuk memudahkan perawatan dan pengawasan.

Berdasarkan pemantauan, bayi gajah memiliki lingkar dada 104 cm dan tinggi bahu 80 cm. Ia pun sudah dapat menyusu pada induknya serta belajar mandi di sungai.

“Ini merupakan kontribusi nyata bagi peningkatan populasi gajah sumatra, khususnya di Tangkahan. Ke depan, kita harus memikirkan pertukaran gajah jantan di pusat latihan gajah khusus Sumatra sehingga dapat menghasilkan keragaman genetik yang terpilih”, jelas Kepala BBTN Gunung Leuser, Jefry Susyafrianto.

Dengan kehadiran bayi Sari, Pusat Latihan Satwa Khusus Tangkahan saat ini mengelola 9 ekor gajah jinak yang terdiri dari 4 ekor gajah betina dewasa, 1 gajah jäntan dewasa dan 4 anak gajah.

[teks&foto©bbtngl | 04022021]

Category
Tags

Comments are closed

Selamat Datang

Masukkan alamat email:



Artikel Terkini

Berita Terkini

Locations of Site Visitors
Archives