(Medan, April 2021) Kepala Balai Besar TN Gunung Leuser_Jefry Susyafrianto_beserta tim melakukan monitoring dan evaluasi (monev) pelaksanaan Rencana Kerja Tahunan (RKT) tahun 2020, kerjasama antara Balai Besar TN Gunung Leuser dengan Yayasan Orangutan Sumatera Lestari (YOSL-OIC). Kegiatan monev dilaksanakan di Pusat Pembelajaran Restorasi Halaban serta di Restorasi Bukit Mas Resor Sei Betung, SPTN Wilayah VI Besitang, BPTN Wilayah III Stabat, Taman Nasional Gunung Leuser, pada Rabu (21/04).

Pelaksanaan kegiatan dalam RKT Tahun 2020 ini adalah penjabaran dari Perjanjian Kerjasama (PKS) antara Balai Besar TN Gunung Leuser dengan YOSL-OIC yang merupakan kerjasama penguatan fungsi kawasan TN Gunung Leuser melalui optimalisasi konservasi orangutan sumatera dan habitatnya serta satwa prioritas lainnya secara berkelanjutan, yang telah ditandatangani pada 28 Agustus 2020 tahun lalu.

Kegiatan monitoring dan evaluasi dilaksanakan di 2 (dua) lokasi yaitu Pusat Pembelajaran Restorasi Halaban dan Restorasi Bukit Mas. Pusat Pembelajaran Restorasi Halaban merupakan bagian dari program pendidikan lingkungan dengan bentuk kegiatan yang dilaksanakan berupa pelatihan pemantauan keanekaragaman hayati kepada mahasiswa/i dari universitas yang memiliki kerjasama dengan BBTNGL atau YOSL-OIC. Materi pelatihan yang diberikan di lokasi Restorasi Halaban selama ini antara lain 1) survei distribusi dan kepadatan populasi orangutan, 2) pemantauan satwa liar dengan kamera trap, 3)pengamatan burung, dan 4)pengenalan jenis tumbuhan.

Ketua Pembina YOSL-OIC (Panut Hadisiswoyo) dan Direktur YOSL-OIC (Fransisca) beserta staf lapangan lainnya mendampingi langsung kedatangan Kepala BBTN Gunung Leuser dan tim. Tim berdialog dengan anggota KETAPEL atau Kelompok Tani Pelindung Leuser (Pak Baron, Herman, dkk). Pembentukan KETAPEL ini diinisiasi oleh YOSL-OIC untuk membantu pelaksanaan kegiatan restorasi di Halaban.

Menurut penuturan Pak Baron dkk, dulunya lokasi ini adalah bekas areal perambahan, namun setelah direstorasi saat ini telah tumbuh lebih dari 74 spesies tanaman. Saat ini satwa beruang, harimau, orangutan, jenis kucing liar, dan berbagai primata sudah mulai terlihat kembali. Kegiatan pasca restorasi saat ini yang dilakukan di Halaban adalah monitoring dan pemantauan satwa liar, khususnya orangutan dan jenis jenis burung.

Sedangkan di lokasi Restorasi Bukit Mas, Resor Sei Betung, kegiatan yang dilaksanakan berupa program pemulihan ekosistem kawasan TNGL yang terdegradasi. Dalam program ini, dilakukan produksi bibit, penanaman dan pemeliharaan tanaman. Pasca restorasi dilakukan pengkayaan tanaman dan pemantauan keanekaragamana hayati satwa liar. Dalam setiap tahapan kegiatan restorasi juga melibatkan masyarakat lokal. Pemantauan pertumbuhan tanaman dilakukan setiap bulan untuk melihat tingkat pertumbuhan dan tingkat kemampuan hidup (survival rate). Pemantauan keanekaragaman hayati satwa liar seperti inventarisasi burung dan pemantauan satwa liar terestrial dilakukan menggunakan kamera trap. Pemantauan keanekaragaman hayati juga dilakukan secara rutin untuk melihat dampak dari pulihnya ekosistem.

Kepala Balai Besar TN Gunung Leuser dalam kesempatan tersebut mengapresiasi program restorasi yang telah dilakukan oleh mitra khususnya lembaga YOSL-OIC di Halaban dan Bukit Mas. Namun Jefry berharap agar di lokasi pondok kerja Halaban ini lebih informatif dengan menampilkan display dan data-data terkait tahapan kegiatan restorasi mulai pra, saat pelaksanaan dan pasca restorasi termasuk display herbarium jenis tanaman yang telah ditanam di lokasi restorasi.

Disela-sela kegiatan monitoring dan evaluasi, Kepala Balai Besar TNGL juga menyempatkan singgah di Sekolah Alam Leuser (SAL) yang berada tidak jauh dari lokasi restorasi Bukit Mas. Sekolah setingkat SMP ini dibangun dengan dukungan pendanaan YOSL-OIC dengan materi pembelajaran lebih dominan terkait tema konservasi.

“Terima kasih dan apresiasi yang tinggi kami ucapkan kepada Pak Jefry selaku Kepala Balai Besar TNGL dan jajaran yang telah berkunjung ke lokasi ini” ujar Panut Hadisiswoyo, Ketua Pembina YOSL-OIC.

[Teks & foto ©BBTNGL, Iskandar & subbag PKS | 21042021]

Category
Tags

Comments are closed

Masukkan alamat email:



Artikel Terkini

Berita Terkini

Locations of Site Visitors
Archives
Categories