Aceh Barat Daya, Agustus 2020. Petugas Taman Nasional Gunung Leuser wilayah resor Tangan-Tangan mulai menggelar giat patroli terestrial pada Rabu (5/8).

Hari pertama, pukul 09.45 WIB tim menemukan jejak Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae). Esoknya tim bertemu dengan satu individu Baning Hutan (Manouria emys).

Berat kura-kura kaki gajah yang ditemukan diperkirakan 3 kg dengan panjang kerapas 37 cm dan lebar 35 cm. Kura-kura darat anggota suku Testudinidae ini menyebar di Asia Selatan hingga ke Indonesia. Kini statusnya dalam IUCN Redlist adalah Terancam Kepunahan (EN, Endangered).

Baning Hutan atau Baning Cokelat menyukai tempat-tempat yang lembab. Ia sering ditemukan berendam di sungai yang dangkal atau mengubur diri di tanah yang lembap. Makanan utamanya dari tumbuh-tumbuhan dan kadang juga memangsa siput, cacing serta hewan kecil lainnya.

Kepala Seksi Pengelolaan TN Gunung Leuser Wilayah I BLang Pidie, Vitri Ludiana Harahap, S.Hut, M.E. yang kali ini ikut berpatroli, mengaku senang bertemu satwa berkarapas ini.

“Patroli terestrial kali ini untuk mengecek tanda batas yang telah dipasang beberapa pekan lalu karena sebelumnya terdapat papan larangan yang rusak”, jelas Vitri.

“Saat patroli bertemu jejak harimau dan baning hutan, ya happy”, ujar satu-satunya Kasie Wilayah perempuan di TN Gunung Leuser ini.

[teks&[email protected],vlh|07082020]

Category
Tags

Comments are closed

Locations of Site Visitors
Archives