(Jakarta, 22 September 2022) Kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Perlindungan Habitat dan Pemanfaatan Peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar (LATPIM PH & PPTSL) Tingkat Menengah ditutup secara resmi oleh Dr. Ir. Kusdamayanti, M.Si, Kepala Pusat Diklat SDM Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Pelatihan ini terselenggara atas kerjasama Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM, Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) serta dengan dukungan Wildlife Conservation Society – Indonesia Program (WCS-IP) yang dimulai pada tanggal 28 Maret s.d. 22 September 2022. Pelatihan ini diikuti oleh 30 (tiga puluh) orang peserta dari unsur pejabat fungsional Polisi Kehutanan dan Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) lingkup Ditjen KSDAE, yaitu :
1. Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (7 orang);
2. Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (6 orang);
3. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (3 orang);
4. Balai Konservasi Sumber Daya Alam Aceh (2 orang);
5. Balai Konservasi Sumber Daya Alam Bengkulu (7 orang);
6. Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Barat (1 orang); dan
7. Balai Taman Nasional Way Kambas (4 orang).

Penutupan pelatihan oleh Dr. Ir. Kusdamayanti, M.Si, Kepala Pusdiklat SDM KLHK

Pelatihan ini dilaksanakan dalam 6 (enam) agenda waktu pelatihan dengan menggunakan sistem Blended-Learning yakni sistem pembelajaran yang menggabungkan sistem pembelajaran E-Learning (Virtual) dan sistem pembelajaran tatap muka secara langsung (Faktual).

Ruang lingkup pelatihan ini meliputi pengembangan kepemimpinan, manajerial, teknis, sikap, dan inisiatif yang dengan nyata dibutuhkan dalam pelaksanaan tugas pengendalian pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar secara terpadu. Proses pembelajaran dalam pelatihan ini menerapkan konsep pembelajaran orang dewasa (andragogi) dengan metode “Participatory Learning Development” selama 1.274 jam pelajaran.

Pada akhir kegiatan, seluruh peserta pelatihan ditugaskan untuk membuat proyek perubahan yang merupakan laporan implementasi rencana aksi pada satuan kerjanya masing-masing. Prosesnya berlangsung dengan bimbingan dari coach yang berasal dari widyaiswara Pusat Diklat KLHK dan mentor yang merupakan atasan dari masing-masing peserta.

Pemaparan proyek perubahan oleh Arif Saifuddin, S.Si., PEH Pertama BBTNGL

Sembilan proyek perubahan terpilih telah dipresentasikan pada (21/9). Arif Saifuddin, S.Si, PEH Pertama BBTNGL menjadi salah satu yang terpilih untuk memaparkan hasil implementasi rencana aksinya yang berjudul “Optimalisasi Manajemen Pengelolaan Stasiun Penelitian Suaq Belimbing Secara Kolaboratif”.

Peserta pelatihan dari BBTNGL yaitu Iskandarrudin, S.Si., M.Si dan Arif Saifuddin, S.Si mendapatkan predikat sebagai peserta dengan nilai akademik terbaik 2 (dua) dan 4 (empat) pada rangkaian pelatihan ini.

“Melalui Diklat PIM PH &PPTSL ini diharapkan para peserta khususnya yg berasal dari BBTNGL dapat mengawal rencana aksinya sampai dengan jangka panjang. Sehingga memberikan kontribusi nyata untuk mendukung pengelolaan TNGL sesuai dengan visi misi RPJP TNGL” tutur Kepala BBTNGL.

Dr. U Mamat Rahmat, S.Hut, M.P juga mengapresiasi kegiatan ini dan mengharap dapat terus berlanjut untuk meningkatkan kapasitas pegawai.

Teks Iskandarrudin | 22 Sept 2022

Category
Tags

Comments are closed

Masukkan alamat email:



Artikel Terkini

Berita Terkini

Locations of Site Visitors
Archives
Categories