Kronologis

Hari Jumat, 22 januari 2021 jam 10.00 WIB

Kepala Resor Lawe Alas ( Sufri Helmi) mendapat laporan melalui telepon dari masyarakat yang bernama Sukri. Laporan terkait seekor harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae) yang terkena jerat Babi di Blok Hutan Mendabe Kec. Darul Hasanah. Kepala Resor segera melapor ke Plt Kepala BPTN Wilayah II Kutacane, Adhi Nurul Hadi serta menghubungi anggota Masyarakat Mitra Polhut (MMP), Balai KSDA Aceh, lembaga mitra Wildlife Conservation Society (WCS) serta Forum Konservasi Leuser (FKL).

Tim bergerak mengecek ke lokasi yang dilaporkan warga untuk melakukan sisir jerat. Tim menemukan 5 jerat. Tim juga mendapati seekor harimau sumatra yang terkena jerat pada posisi koordinat ******. Pada saat yang sama tim melihat ada 2 ekor  lagi di lokasi sekitar harimau sumatra yang terjerat.

Sambil menunggu tim medis dari Medan, tim melakukan patroli dan penjagaan malam di tiga titik lokasi jalan masuk harimau sumatra yang terkena jerat. Penjagaan dilakukan bersama tim BBTNGL, WCS dan BKSDA Aceh. 

Hari Sabtu, 23 Januari 2021

Tim melanjutkan penjagaan dan memberitahu masyarakat untuk sementara tidak beraktivitas ke kebun atau ke lokasi kejadian dan sekitarnya. Tim medis dan  tim BKSDA Aceh tiba di lokasi. Guna kelancaran evakuasi penyelematan HS yang terkena jerat, sebelumnya tim terlebih dahulu mengusir atau menghalau 2 ekor harimau sumatra yang berada di sekitar HS terjerat tersebut dengan menghidupkan kembang api (mercon).

Tim medis melakukan pengobatan secara darting kepada harimau sumatra yang terkena jerat. Tim membuka tali jerat dan mengobati harimau sumatra yang terluka di lokasi. Harimau sumatra ini dibawa ke kantor BPTN Wilayah II Kutacane untuk mendapatkan perawatan yang intensif.

Hari Minggu, 24 Januari 2021

Dokter secara rutin melakukan pengobatan harimau sumatra berupa pengobatan darting, pengobatan medikasi dan pengobatan harian seperti memberi makan serta perawatan kandang. Tim menjaga masyarakat/pengunjung yang ingin melihat harimau sumatra agar pemulihan berjalan dengan baik dan tidak mengganggu kenyamanan harimau.

Bersamaan dengan itu, petugas lainnya menggelar rapat bersama Camat dan Muspika di desa Mendabe, Kecamatan Darul Hasanah, Kab. Aceh Tenggara. Pembahasan terkait upaya yang telah dilakukan terhadap HS, aktivitas masyarakat, sosialisasi/penyadartahuan tentang kejahatan perburuan (khususnya pemasangan jerat) dan tindakan selanjutnya rencana pelepasliaran HS tersebut. Semua pihak diharapkan mengetahui dan membantu penyelamatan dan kelestarian harimau  sumatra dan kawasan TNGL.

Dari rapat ini disepakati harimau sumatra yang terkena jerat diberi nama ‘Danau Putra’, yang merujuk pada nama leluhur yang dimakamkan di sekitar lokasi.

Hari Senin, 25 Januari 2021

Pemantauan, penjagaan dan pengobatan terhadap Danau Putra yang masih di kandang terus dilakukan. Tim juga berdiskusi mengenai titik sisir jerat yang akan dilakukan tim Smart Patrol. 

Hari Selasa, 26 Januari 2021

Medical chek up (pemeriksaan medis secara lengkap) seperti penimbangan berat badan dan pengukuran, pemeriksaan fisik secara lengkap dari kepala sampai ekor juga pengambilan sample lainnya. Lalu memindahkan Danau Putra ke kandang yang lebih besar. Pada hari yang sama tim lainnya melakukan penyusuran di sekitar lokasi terkena jerat, dan menemukan sebanyak 4 jerat.

Hari Rabu, 27 Januari 2021

Perawatan dan monitoring, seperti memberi makan dan juga perawatan kandang. Tim juga memasang kamera di sekitar kandang untuk memantau perilaku Danau Putra seperti pergerakan kaki. Hasil yang didapat cenderung normal. Tim di lapangan masih terus menyisir  jerat, dan menemukan sebanyak 20 jerat lagi.

Kamis- Jumat (28-29 Januari 2021)

Pemantauan secara rutin dan perawatan harian terhadap Danau Putra. Kondisi sudah membaik. Berdasarkan analisa tim Dokter hewan yang menanganinya,  Danau Putra layak untuk dilepasliarkan kembali ke habitatnya. Di waktu yang sama Tim Gabungan (BBTNGL, BKSDA, WCS, FKL dan Tim Dokter Hewan) mencari titik lokasi yang memungkinkan untuk pelepasan Danau Putra. Dilanjutkan diskusi bersama untuk rencana pelepasliaran HS di lokasi TN Gunung Leuser.

Hari Sabtu, 30 Januari 2021

Tim bergerak dari kantor Bidang Pengelolaan TN Gunung Leuser menuju lokasi pelepasliaran sekitar jam 06.15 WIB. Proses pelepasliaran dimulai pada jam 08.30 WIB. Kandang angkut dibuka, Danau Putra pun melangkah, menjejakkan kakinya untuk pulang ke habitatnya di Taman Nasional Gunung Leuser.

Terimakasih mendalam kami sampaikan kepada jajaran BBTN Gunung Leuser, BKSDA Aceh, FKL, WCS-IP, GEF Sumatran Tiger, drh. Anhar Lubis, Polsek Darul Hasanah, Polres Aceh Tenggara, Koramil Darul Hasanah, Danramil Aceh Tenggara , Camat Darul Hasanah, mukim dan beberapa kepala desa di kec. Darul Hasanah serta masyarakat setempat. Semoga menjadi amalan kebaikan.

 

[teks&foto bbtngl|30012021]

Category
Tags

Comments are closed

Selamat Datang

Masukkan alamat email:



Artikel Terkini

Berita Terkini

Locations of Site Visitors
Archives