“Taman Nasional Gunung Leuser itu di Aceh ya?”, tanya seorang pengunjung menghampiri boothkami.

“Iya pak, tepatnya di propinsi Aceh dan Sumatera Utara”, saya pun menjelaskan sambil menunjuk peta kawasan yang memang telah disiapkan.

“Bapak dari mana, boleh isi buku tamunya ya pak, dan ini akun medsos kami untuk informasi tentang Taman Nasional Gunung Leuser”.

Percakapan pun mengalir. Tak hanya dengan satu dua orang. Bisa lebih dari seratus pengunjung yang mampir ke boothkami setiap harinya. Dengan berbagai pertanyaan, keingintahuan bahkan cerita dan nostalgia. Kami, booth interpreteratau booth exhibitor melayani apa pun informasi yang dibutuhkan setiap pengunjung. Itulah mengapa , bekal kami berupa materi dan informasi tentang kawasan lebih dulu disiapkan dan dipahami. 

Pameran

Pameran tau exhibitions pada suta event tertentu merupakan bagian dari teknik promosi berupa hubungan masyarakat (public relation) yang melibatkan konsumen atau kumpulan kepentingan publik yang luas.

Teknik promosi lainnya sebagaimana tertuang dalam Peraturan Direktur Jenderal PHKA Nomor P.12/IV-SET/2014 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Promosi Pemanfaatan Jasa Lingkungan di Kawasan Konservasi dan Hutan Lindung, yaitu periklanan (advertising), promosi penjualan (sales promotion), pemasaran langsung (direct marketing) dan bauran promosi (promotion mix).

Indogreen, Indofest, Festival Taman Nasional dan Taman Wisata Alam, pameran Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN), Pekan Lingkungan Indonesia adalah beberapa event yang pernah diikuti TN Gunung Leuser. Beberapa tahun terakhir, dari sekian tawaran event yang masukbiasanya TN Gunung Leuser berpartisipasi dalam dua event nasional dan satu event lokal di Aceh atau Medan. Pilihan tersebut disesuaikan dengan anggaran yang tersedia dan kebijakan, arahan atau pertimbangan yang diambil. 

Indah dibayangkan, seru-seru sedap dijalankan. Berkelana dan bertugas bersama tim membawa misi promosi dalam suatu event pameran menjadi tantangan tersendiri. Cape iya, senang juga tentu.  

Lelah dan letih pasti dihadapi baik dalam persiapan maupun saat pelaksanaan kegiatan. Beberapa hal yang harus disiapkan diantaranya tema, desain booth, aktivitas di booth, jadwal, bahan promosi, seragam, peralatan dan pelaporan. Sedangkan dalam teknis pelaksanaan , setiap booth interpreter harus patuh pada standar atau aturan yang tertuang dalam buku panduan pameran yang telah disusun bersama. Salah satunya attitude saat melayani pengunjung yaitu tidak boleh sambil makan, minum, duduk atau berwajah judes dan kusam. 

Tak heran jika kawan satu tim yang biasanya pergi patroli ke lapangan, saat ditugaskan menjadi tim peserta pameran mengatakan, “Ternyata lebih cape ikut pameran daripada patroli berhari-hari di hutan”. 

Saya tertawa renyah. Akhirnya dia merasakan bagaimana menjalankan misi sebagai interpreter. Menjawab keingintahuan pengunjung, menjelaskan berbagai film atau video kawasan, mempromosikan produk masyarakat sekitar kawasan, teriak-teriak menarik pengunjung dengan kuis, ikut dilukis wajah (face painting) bahkan memakai kostum harimau atau gajah yang beratnya lumayan. 

“Seru sih karena bareng-bareng, kompak. Coba kalo sendiri atau berdua, garing dan cape pasti”, ujar kawan yang lain. 

Ya begitulah, meski cape banyak hal yang selalu dapat disyukuri dan dijadikan pengalaman berharga. 

Tupoksi

Kegiatan promosi bukanlah kegiatan suka-suka. Ia menjadi bagian dari tugas pokok dan fungsi (TUPOKSI) sebagai pengelola TN Gunung Leuser. Fungsi tersebut tertuang pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.7/Menlhk/Setjen/OTL.0/1/2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Taman Nasional, pasal 3 huruf I yaitu penyediaan data dan informasi, promosi dan pemasaran konservasi sumber daya alam dan ekosistemnya. Apalagi sebagai staf pada Seksi Pemanfaatan dan Pelayanan, tugas tersebut menjadi hal yang tidak dapat dipisahkan atau ditinggalkan. 

Awalnya mungkin berat. Saat latar belakang pendidikan saya tidak sesuai dengan tupoksi yang ada. Namun ketika hal tersebut menjadi tantangan yang mau tidak mau harus dihadapi, beban pun perlahan pergi. Jikalau ia datang lagi, semakin hari seharusnya saya pun semakin bisa menikmatinya. 

Kreasi

Untuk melaksanakan misi promosi, butuh kreativitas dan daya cipta yang tinggi. Bagaimana menciptakan desain booth yang menarik dan sesuai dengan tema yang diusung, apa saja aktivitas yang dapat dihadirkan untuk memikat pengunjung, dan lain-lain. Akan terasa monoton jika yang ditampilkan itu lagi itu lagi. Perlu dinamika yang membangun dan dapat diterapkan sesuai dengan karakteristik dan target yang ingin dicapai.

Aktivitas face paintingdan lomba mewarnai dapat memikat pengunjung anak-anak, kuis online berhadiah menarik generasi milenial untuk mampir, visual yang mencolok dan informasi yang tegas biasanya membuat pengunjung dewasa untuk bertanya.

Tak hanya dalam strategi pameran, tentu saja pada setiap bentuk promosi yang dijalankan. Desain leaflet/banner/poster/dll., tulisan website dan media sosial juga membutuhkan kreasi sang pengelola. Tujuannya bagaimana meningkatkan kesadartahuan dan peran serta masyarakat dan konsumen dalam konservasi sumber daya alam dan ekosistemnya. 

Catatan dari Indofest 2020

Ada yang berbeda saat kami menjadi booth interpreter di gelaran festival outdoor Indofest 2020. Ini adalah kali pertama bagi BBTN Gunung Leuser untuk berkolaborasi bersama UPT lain dalam satu booth mengusung nama Direktorat Jenderal KSDAE. Ada kesan dan warna tersendiri dalam pelaksanaannya.

Masih di bulan yang sama dengan HUT TNGL yang ke-40 yaitu pada tanggal 6 Maret, nuansa ulang tahun tak lupa kami bawa ke dalam booth. Kami memperkenalkan 5 taman nasional yang salah satunya adalah TN Gunung Leuser. Dengan kaos unlimited 40th TNGL yang tercetak hanya 40 pcs kami bagikan kepada pengunjung yang beruntung. Tapi tak usah khawatir,  bagi yang tidak mendapatkan kaos unlimited kami menyediakan tumbler 40 tahun TNGL dan merchandise lainya. 

Dilaksanakan di Jakarta, pelaksanaan Indofest 2020 di tengah isu merebaknya virus Covid-19 membuat kami sedikit was-was. Setiap memasuki lokasi pameran, satu persatu baik exhibitor maupun pengunjung diperiksa. Ambulans dan petugas medis pun berjaga di pojok lokasi. Malamnya, petugas terkait menyemprot disinfektan ke berbagai sudut. 

Selain itu, catatan penting yang layak diperhatikan untuk gelaran serupa adalah meski pun informasi kita sajikan dalam bentuk digital, ternyata informasi dalam bentuk cetak pun tetap diminta dan ditanyakan oleh banyak pengunjung. Baik itu berupa leaflet, banner, poster, kalender dan sebagainya. 

Penulis : Ari Iswandari, S.KH, PEH BBTN Gunung Leuser

@bbtngl, 2020

Category
Tags

Comments are closed

Locations of Site Visitors
Archives